Hukum & Kriminal

Puluhan Paket Diduga Tembakau Gorila Diamankan Petugas Lapas Lowokwaru

Temuan diduga tembakau gorila diamankan petugas Lapas Klas I Lowokwaru Malang.

Malang (beritajatim.com) – Petugas Lapas Klas I Lowokwaru, Malang menggagalkan upaya penyelundupan 50 paket diduga tembakau gorila saat tertangkap X-ray. 50 paket mencurigakan itu dikirim melalui drive thru sekira pukul 11.30 WIB, Rabu (27/1/2021).

Paket tembakau ini dikirim oleh 3 orang berbeda untuk 3 warga binaan berbeda. Masing-masing warga binaan mendapat kiriman paket yang berbeda. Untuk mengelabuhi petugas, tembakau dibalut lakban dan makanan khas Malang, mendol. Upaya penyelundupan gagal karena tertangkap X-ray dan langsung dibongkar petugas.

“Petugas kami menemukan barang titipan yang terlihat aneh. Barang ini, tadi dikemas dalam bentuk makanan tradisional. Tadi, kami lakukan pemeriksaan melalui X-Ray. Karena menandakan ada yang aneh, kami melakukan pemeriksaan secara manual,” papar Kepala Keamanan Lapas Klas I Lowokwaru Malang, I Wayan Nurasta Wibawa.

50 paket tembakau ini, masing-masing dikirim oleh nomor antrian 143 untuk narapidana AS sebanyak 11 paket. Nomor antran 150 untuk narapidana RW sebanyak 23 paket dan nomor antrian 157 untuk YDP sebanyak 16 paket. Ketiga narapidana ini semuanya tersangkut kasus narkoba. Mereka divonis 7 tahun dan baru menjalani hukuman 2 tahun.

“Kami mencurigai tembakau ini. Karena kalau tembakau biasa kenapa harus disembunyikan. Tembakau boleh dikirim asal tidak melebihi ketentuan kami batasi. Sekarang temuan ini kita serahkan ke Polresta Malang Kota,” kata I Wayan.

Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, Kompol Anria Rosa Piliang mengatakan paket tembakau akan dibawa ke labolatorium forenaik (Labfor) untuk memastikan tembakau ini golongan narkotika atau bukan.

“Untuk mengetahui barang ini narkoba atau bukan, kami masih menunggu hasil labfor (laboratorium forensik). Jika memang mengandung narkoba, nanti akan langsung kami proses. Pengirim juga akan kita periksa nanti akan diselidiki menunggu hasil labfor,” tandas Anria Rosa. [luc/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar