Hukum & Kriminal

Puluhan Orang di Gresik Terjaring Operasi Yustisi

Gresik (beritajatim.com) – Penegakan protokol kesehatan di wilayah Kabupaten Gresik terus dilakukan. Langkah ini diambil sebagai upaya memutus penyebaran virus Covid-19 serta menertibkan masyarakat agar mematuhi Inpres nomor 6 tahun 2020 dan Perbup nomor 22 tahun 2020.

Sebagai bentuk keseriusannya, Pemda setempat menggelar Operasi Yustisi di dekat perbatasan Gresik-Surabaya. Tepatnya, di depan Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos). Hasilnya, dari operasi gabungan itu puluhan warga terjaring.

Warga yang terjaring razia operasi yustisi, pelanggarannya didominasi karena tak mengenakan masker, serta melanggar jam malam yang telah ditetapkan pemerintah daerah. “Ada 40 warga yang terjaring operasi yustisi.

Rinciannya, 21 orang membayar denda Rp 150 ribu. Dari jumlah itu, 13 orang membayar via transfer ke bank. Kemudian 6 orang memilih melakukan kerja sosial,” ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Minggu (20/9/2020).

Masih menurut Arief, operasi yustisi ini juga dalam rangka mengendalikan masyarakat serta meningkatkan penegakan hukum protokol kesehatan. Pasalnya, sampai saat ini Gresik masih menjadi daerah zona oranye.

“Operasi yustisi seperti ini terus dilakukan tentunya dengan lokasi yang berbeda, supaya masyarakat lebih disiplin lagi,” paparnya.

Operasi yustisi ini melibatkan personil gabungan. Baik itu dari Polres Gresik, Kodim 0817, dan petugas Satpol PP. Selain itu juga melibatkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Sebab, warga yang terjaring razia langsung menjalani sidang di tempat.

“Ada hakim yang dilibatkan dalam operasi yustisi ini. Jadi warga yang kedapatan melanggar protokol penegakan kesehatan langsung disidang di tempat,” kata Kepala PN Gresik, Fransiscus Arkadeus Ruwe. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar