Hukum & Kriminal

Puluhan Kendaraan Plat Luar Bojonegoro Putar Arah di Perbatasan Jawa Timur – Jawa Tengah

Petugas Kepolisian melakukan pengecekan identitas pengguna jalan di perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejak dimulainya Operasi Ketupat 2021 tanggal 6 Mei 2021 sudah lebih dari 50 kendaraan yang diminta putar balik. Puluhan kendaraan yang putar balik itu berada di titik penyekatan di Kecamatan Padangan yang merupakan wilayah perbatasan antara Jawa Timur dengan Jawa Tengah.

Dengan dikembalikan kendaraan berplat luar kota Bojonegoro dengan harapan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Bojonegoro. “Kita tidak menginginkan tsunami covid India terjadi di Indonesia khususnya Bojonegoro. Tetap patuhi protokol kesehatan dan larangan mudik lebaran,” ujar Kapolres Bojonegoro AKBP EG Pandia, Jumat (7/5/2021).

Kapolres bersama personil gabungan saat memimpin langsung penyekatan di Pos Penyekatan Padangan menegaskan, kendaraan berplat nomor luar kota Bojonegoro dan kendaraan berplat lokal yang dicurigai membawa pemudik diberhentikan dan diperiksa kelengkapan surat-surat kendaraan maupun kartu identitas lainnya sesuai Surat Edaran Kepala Satgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Lebaran.

Sementara diketahui, Polres Bojonegoro mendirikan Pos Penyekatan Larangan Mudik Lebaran 2021 sebanyak tiga titik penyekatan, antara lain Pos Penyekatan Margomulyo perbatasan dengan Kabupaten Ngawi, Pos Penyekatan Padangan perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Pos Penyekatan Gondang perbatasan dengan Kabupaten Nganjuk.

Sementara untuk jalan alternatif atau jalan tikus juga dilakukan penyekatan guna mengantisipasi pemudik yang tidak mematuhi anjuran pemerintah. Jangan sampai dengan kelonggaran, pemudik melewati jalan tikus menimbulkan penyebaran virus corona. [lus/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar