Hukum & Kriminal

PT Mentari Smart Guna Tuding Jasaraharja Putera Lakukan Wanprestasi

foto/ilustrasi

Malang (beritajatim.com) – PT Mentari Smart Guna menganggap PT Jasaraharja Putera melakukan wanprestasi atau tidak melaksanakan kewajiban yang harus dipenuhi sesuai kesepakatan. PT Mentari Smart Guna merupakan penyedia jasa pengambilan uang dan penyetoran uang.

PT MSG dipercaya oleh PT. Mayangkara untuk pengambilan uang dari SPBU-SPBU milik PT. Mayangkara yang tersebar di beberapa tempat di kota Blitar dan sekitarnya untuk kemudian disetorkan ke rekening PT. Mayangkara di Bank yang telah ditunjuk. Untuk menjamin proses pendistribusian itu, PT MSG mendaftarkan asuransi ke Jasaraharja Putera dengan nilai pertanggungan sebesar Rp5 miliar.

Asuransi yang ada dalam kesepakatan dengan Jasaraharja mencakupi wilayah Sidoarjo, Malang, dan Blitar. Pada 16 Januari 2015, seorang karyawan PT MSG membawa lari uangĀ  kurang lebih Rp2,9 miliar. Karyawan itu lantas dilaporkan ke Polda Jatim oleh PT MSG.

Atas kejadian ini, PT MSG mengajukan klaim asuransi ke Jasaraharja pada 20 Januari 2015. Lantas pihak PT MSG mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Malang karena sesuai kantor Jasaraharja Putera Malang. Klaim yang diajukan dijamin polis atau kesepakatan yang seharusnya dibayar oleh Jasaraharja.

“Hasil mediasi hari ini berakhir gagal, karena meskipun dari penggugat sudah menurunkan nilai ganti ruginya. Dari Jasaraharja Putera tetep menutup pintu negoisasi intinya tidak mau bayar,” kata kuasa hukum PT MSG, Yuyun Pramesti, Senin (30/9/2019).

Yuyun mengatakan, pihaknya sudah menjelaskan bahwa tergugat wajib membayar klaim. Namun, Jasaraharja Putera mengklaim seharusnya tidak harus membayar karena tempat kejadian berada di Blitar. Jasaraharja hanya mengakui klaim yang terjadi di Sidoarjo meski sesuai kesepakatan wilayah Blitar masuk dalam proses ganti rugi bila terjadi insiden karena sudah diasuransikan.

“Kita akan buktikan bahwa mereka keliru memproses polis, kita punya polis di Blitar tidak diproses. Mereka punya itikad tidak baik karena memproses polis yang di Sidoarjo. Sedangkan kejadian di Blitar yang jelas tidak tercover. Tuntutan ke Jasaraharja total Rp5 miliar dan kita turunkan menjadi Rp4 miliar tetapi tetap enggan membayar klaim itu,” tandasnya. [luc/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar