Hukum & Kriminal

PT LUIS Ngadu ke DPRD Lumajang Soal Investasi Tambak Udang

Lumajang (beritajatim.com) – Perusahaan Tambak Udang PT. Lautan Udang Indonesia Sejahtera (LUIS) mengadu ke DPRD Lumajang mengenai polemik tanah Hak Guna Usaha (HGU) diduga menyerobot lahan garapan almarhum Salim Kancil yang viral. Padahal dirinya belum melakukan pembangunan dan hanya pengurukan tanah bekas tambang ilegal pasca peristiwa berdarah 5 tahun silam itu.

“Saya mewakili perusahaan menyampaikan apa sebenarnya yang terjadi dan tidak seperti berkembang di media sosial,” kata Agus Sulistiono, Direktur Operasional PT. LUIS pada wartawan di lobi gedung wakil rakyat kota Pisang di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT) Kecamatan Kedungjajang, Selasa (1/9/2020).

Masih kata dia, untuk pengusulan HGU di lahan milih negara sudah melalui prosedur. Mulai melakukan negoisasi dengan warga pengarap lahan di pesisir pantai Selatan Desa Selok Awar-Awar dan Desa Selok Anyar.

“Hanya lahan milik Salim Kancil yang tidak mau, karena akan digarap,” ujarnya.

PT LUIS tidak pernah mau menyerobot lahan garapan warga. Karena proses pengajuan HGU sesuai dengan kesepakatan dengan warga.

“Jadi yang berkembang di medsos dan youtube tidak benar, kami seakan dibenturkan dengan pemerintah, padahal siap melakukan komunikasi,” jelasnya.

Sementara Ketua DPRD Lumajang, Anang Ahmad Syaefuddin mengatakan, dirinya dengan adanya tabayun dari PT. LUIS mengenai investasi tambak udang mengajak komisi dan stake holder terkait duduk bareng. Hal ini untuk mencari informasi kebenaran dan tidak berkembang menjadi citra buruk Lumajang.

“Sekarang ini mencari solusi, seperti kata Bu Tejo,” paparnya.

DPRD juga akan memanggil Badan Pertahanan Negara Lumajang, Dinas Terkait dengan Penanaman Modal dan Dinas Lingkungan Hidup untuk AMDAL. [har/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar