Hukum & Kriminal

PT Garam Digugat Warga Sampang

Proses sidang perdata antara PT Garam dengan warga Desa Ragung, Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Pengadilan Negeri (PN) Sampang melaksanakan sidang di tempat perkara dengan agenda pemeriksaan lahan sengketa antara penggugat dengan tergugat di Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang.

Pantauan di lokasi, selain tergugat maupun penggugat, hadir pula Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat, Camat Pangarengan, Tokoh masyarakat dan ulama serta puluhan personel keamanan.

Majelis Hakim PN Sampang, Afrizal mengatakan bahwa perkara perdata nomer 17, PDTG 2019 Kabupaten Sampang antara Muhtar sebagai Penggugat melawan PT Garam sebagai tergugat dan BPN Kabupaten Sampang yang turut tergugat.

“Jadi intinya pemeriksaan setempat yang dilakukan ini hanya melihat objek sengketa saja, termasuk melihat patok batas lahan sengketa, dan antara penggugat dengan tergugat memang lokasinya sama,” jelasnya, Jumat (17/1/2020).

Arman Syahputra Kuasa Hukum Penggugat mengatakan, sidang di tempat dengan agenda pemeriksaan yang dilakukan oleh PN Sampang, tujuanya untuk mengetahui lokasi dan batas tanah yang menjadi sengketa.

“Hakim menanyakan objeknya, kami hanya menunjuk objeknya sesuai dengan fakta. Setelah kami mengeluarkan peta letak objek sengketa, baik peta 42 maupun peta yang terbaru, bahwa di sana terlihat bahwa tanah itu memang pemilik dari Muhtar sebagai penggugat,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Akbar Alam, Legal Corporate PT Garam mengatakan, hari ini hakim majelis meninjau titik lokasi yang disengketakan untuk mengetahui kebenaran lokasi yang ada.

“Tentunya alat bukti yang paling kuat yang kita miliki adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh BPN pada tahun 1988, untuk selanjutnya kita akan menyiapkan saksi yang menguatkan PT Garam,” tandasnya. [sar/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar