Hukum & Kriminal

PSK Kalisari Dihukum 7 Hari Kurungan

foto/ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Perempuan berinisial RW (38), warga Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan, duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro. Dia menjalani sidang putusan oleh Majelis Hakim, Kamis (31/1/2019).

Ia menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring) usai ditangkap anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Trucuk karena diduga menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) di eks lokalisasi Kalisari, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ekat Prasetya Budi Dhama dan Panitera, Sadullah, terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 30 ayat (2a) junto Pasal 38 Ayat (1), Perda Kabupaten Bojonegoro Nomor 15 Tahun 2015, tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum.

Dalam putusan persidangan tersebut, oleh hakim terdakwa di vonis hukuman denda sebesar Rp500 ribu atau kurungan selama tujuh hari dan diwajibkan membayar biaya sidang. “Terdakwa langsung membayar denda, sehingga bisa langsung pulang,” ujar Kapolsek Trucuk, AKP Wiwin Rusli.

Sementara diketahui, penangkapan terhadap terdakwa dilakukan pada Senin (28/1/2019) sekitar pukul 22.30 WIB. Dia diamankan petugas setelah kedapatan menawarkan jasa prostitusi atau menjalankan profesi sebagai pekerja seks komersial (PSK) kepada petugas yang menyamar.

Saat itu, jajaran Polsek Trucuk sedang pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) dan Operasi Tumpas Narkoba. Operasi pekat dan tumpas narkoba itu, kata Wiwin Rusli akan dilakukan secara berkala di tempat eks lokalisasi tersebut.

“Kami berharap, tidak ada lagi PSK yang praktek di eks lokalisasi Kalisari, sehingga situasi keamanan di wilayah tersebut dapat kondusif dan dapat meminimalisir kemungkinan tertularnya penyakit akibat yang ditimbulkan dari gonti-ganti pasangan,” pungkasnya. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar