Hukum & Kriminal

Prapaperadilan Darmawan Ditolak, Kejari Perak: Kita Sudah Profesional dan Sesuai Aturan

Hakim Khusaeni saat memimpin sidang praperadilan yang diajukan wakil ketua DPRD Surabaya, Darmawan

Surabaya (beritajatim.com) -Ditolaknya praperadilan yang diajukan Darmawan, wakil ketua DPRD Surabaya oleh hakim PN Surabaya membuat pihak pidana khusus Kejari Perak lega.

Menanggapi putusan itu, tim pidsus Kejari Tanjung Perak, Mohamad Fadhil mengatakan, penolakan yang dilakukan hakim di PN Surabaya tersebut merupakan bukti kalau Kejaksaan sudah profesional dan sudah bertindak sesuai aturan dan prosedur yang berlaku dalam menangani penyidikan.

Kata Fadhil, pihaknya akan terus melanjutkan kasus tersebut hingga nantinya sampai ke Pengadilan.

“Tentunya dengan ada penolakan tersebut otomatis membuktikan bahwa tindakan kami sudah profesional, sudah sesuai dengan aturan dan prosedur,” ujarnya di PN Surabaya.

Penetapan tersangka yang dilakukan penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak terhadap Darmawan, wakil ketua DPRD kota Surabaya dinyatakan sah atau seseuai prosedur oleh hakim PN Surabaya Khusaini, Kamis (15/8/2019).

Hal itu tertuang dalam putusan pengajuan praperadilan yang diajukan Darmawan yang menjadi tersangka tindak pidana korupsi pada dana hibah Jasmas tersebut.

” Mengadili, menolak permohonan praperadilan. Membebankan biaya perkara kepada negara sebesar nihil,” tutup Hakim Tunggal Khusaini seraya mengetok palu sidang.

Darmawan, wakil ketua DPRD kota Surabaya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Pidsus Kejari Tanjung Perak pada Selasa 16 Juli 2019 lalu.

Darmawan diduga ikut bersama-sama dengan Agus Setiawan Tjong (saat ini telah divonis) melakukan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan barang berupa terop, kursi plastik, kursi crome, meja dan sound system melalui program Jasmas yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 4,9 miliar.

Penetapan Darmawan sebagai tersangka kasus korupsi Jasmas telah sesuai dengan prosedur, yakni berdasarkan pengembangan dari tersangka sebelumnya, yaitu Agus Setiawan Tjong. [uci/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar