Hukum & Kriminal

Proyek SPAM di Tiga Kecamatan Jadi Sasaran Maling

Sidoarjo (beritajatim.com) – Aksi pencurian di Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di wilayah hukum Sidoarjo yang belum beroperasi kembali terjadi. Dua bulan yang lalu SPAM Umbulan Sidoarjo Kota, tepatnyan di kawasan Hunian Kahuripan Nirwana Village (KNV) dibobol maling.

Kali ini ada 3 proyek SPAM Umbulan yang dibobol lagi. Di antaranya di Desa Ketegan Kecamatan Tanggulangin, di Desa Jumputrejo Kecamatan Sukodono dan Desa Durungbanjar Kecamatan Candi, Sidoarjo. Akibat pencurian itu, kontraktor yang mengerjakan proyek mengalami kerugian sekitar Rp 700 juta.

Informasi yang himpun menyebutkan, barang-barang berharga yang raib di antaranya MCB, breaker, kontaktor, oveload realy, AC dan X haust fan. Semuanya sudah terpasang di panel listrik. Pencurian diketahui petugas pada awal Juni. “Alat-alat yang berharga mahal itu raib dicuri orang,” kata Istianah, warga sekitar di TKP, Jumat (12/6/2020).

Lanjut Istianah, pembobolan itu tidak diketahui kapan terjadi. Barang-barang itu baru diketahui hilang ketika pegawai bagian pelaksana tehnik melakukan pengecekan secara berkala. Usai di lakukan pemeriksaan ternyata ada beberapa barang yang di almari panel hilang.

Pegawai itu langsung melaporkan ke atasannya yakni bagian seksi operasional manager. “Bagian seksi operasional manager juga sudah turun ke lapangan dan dicek ternyata benar barang itu dicuri orang,” ungkapnya.

Pencurian diduga dilakukan dengan cara pelaku merusak tembok gedung melalui ventilasi udara dan merusak pintu ruang panel listrik. Selanjutnya pelaku mengambil komponen panel listrik yang terpasang. “Kejadian itu bukan hanya di SPAM Umbulan Desa Jumputrejo, namun dua kecamatan yang lainnya juga mengalami nasib serupa,” jelasnya.

Istianah juga menjelaskan, SPAM Umbulan itu tak ada petugas jaga. Sudah begitu, semua lokasi berada di pinggir jalan tol Surabaya-Malang. Jadi memudahkan para penjahat untuk menggondol barang-barang tersebut.
Kejadian tersebut juga sudah dilaporkan pegawai PT Brantas Abipraya ke Polresta Sidoarjo.

Kasubbag Humas Polresta Sidoarjo Ipda Tri Novi mengaku sudah menerima laporan tindak pidana curat di tiga lokasi tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Iya mas, perkara ini dalam proses penyelidikan,” tandasnya singkat. [isa/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar