Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Proyek Mall Pelayanan Publik Kota Pasuruan Molor, Kajari : Kita Akan Panggil Kontraktor

Pasuruan (beritajatim.com) – Proyek pembangunan eks gedung Mall Poncol di Kota Pasuruan dipastikan molor. Harusnya pengerjaan bangunan yang akan jadi Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Pasuruan tersebut selesai pada hari ini, Kamis (23/12/2021).

Namun proyek bernilai Rp 1.9 Miliar itu masih belum selesai. Banyak bahan material proyek yang belum dibersihkan. Bahkan beberapa pekerja masih terlihat mengecat tembok mall poncol tersebut.

Oleh karenanya, Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan beserta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan melakukan sidak pembangunan proyek MPP Mall Poncol sore tadi. Selain sidak ke Mall Poncol, Kejari dan Disperindag Kota Pasuruan juga menyidak pembangunan Pasar Karangketug.

Kepala Kejari Kota Pasuruan, Maryadi Idham Khalid tidak puas dengan hasil pengerjaan gedung eks Mall Poncol. Menurutnya, selain molor, para tukang dan kontraktor proyek Mall Pelayanan Publik Kota Pasuruan itu asal-asalan dalam mengerjakan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.

“Pertama belum selesai, kedua kualitas pekerjaannya kurang, pengecetan kurang rapi. Tak hanya itu, pintu yang sudah satu bulan sejak dibuka masih belum dipasang lagi, ” ujarnya.

Maryadi menyatakan jika proyek pembangunan gedung eks Mall Poncol tersebut baru selesai 97 persen. Sedangkan secara administrastif Pemerintah Kota Pasuruan tidak bisa lagi memberikan perpanjangan.

Pasalnya masa anggaran proyek Mall Pelayanan Publik akan habis pada akhir tahun tanggal 30 Desember 2021 mendatang. Hal ini mengakibatkan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) kebingungan guna memberikan penjelasan.

“Secara administrasi saya lihat tadi kontraknya berakhir hari ini. Sementara PPK bingung, belum bisa menjelaskan apa yang dilakukan apabila belum selesai. Padahal tanggal 30 desember sudah dekat, ” ungkapnya.

Pihak Kejari Kota Pasuruan juga belum bisa menerapkan sistem denda kepada kontraktor proyek. Menurut Maryadi, para (PPK) belum memberikan izin perpanjangan waktu pengerjaan proyek eks Mall Poncol.

“Kalau denda harusnya dihitung ketika PPK memberi perpanjangan waktu, sementara ppk belum memberi perpanjangan. Gimana mau bayar denda, tapi belum ada perpanjangan, ” imbuhnya.

Maryadi menegaskan kepada kontraktor proyek mall pelayanan publik agar tidak main-main. Berdasarkan peraturan kontrak para rekanan kontraktor bisa terancam diputus apabila tidak bisa menyelesaikan proyek.

“Secara adminsitrasi setelah 50 hari perpanjangan tidak terselesaikan, sementara anggaran tidak bisa diajukan lagi maka rekanan bisa diputus. Nanti dibayar sesuai pencapaian. Nah ini kalau dihitungkan akhir tahun tidak sampai 10 hari lagi, ” tegasnya.

Pihak Kejari berencana memanggil semua pihak yang terlibat proyek pembangunan gedung eks Mall Poncol untuk meminta penjelasan dan mencari solusi bersama. Hal ini guna mempertanyakan tanggungjawab proyek dalam pengerjaan eks Mall Poncol.

“Kita panggil pihak perijinan sama ppknya sama konsultannya. Besok diundang sama semua penanggungjawab proyek yang pekerjaannya terlambat. Kita pelajari lagi kita upayakan cari jalan keluarnya, ” ucapnya.

Sementara itu, Kapala Disperindag Kota Pasuruan, Yanuar Afriansyah mengakui adanya keterlambatan para pekerja dalam menyelesaikan proyek mall pelayanan publik. Yanuar mengatakan bahwa keterlambatan ini nanti akan bisa dibenahi.

“Nah pembangunan kan masih ada yang kurang-kurang. Nah ini diluar rencana kita. Nanti kalau ada kekurangan pasti dibenahi, ” ujarnya.

Menurut Yanuar, progres pembangunan gedung eks Mall Poncol tersebut hanya tinggal tahap finishing saja. Pihaknya menargetkan akan selesai pada akhir minggu ini.

“Kemarin sudah dilakukan P1 atau pemeriksaan pertama, ya yang kurang tinggal yang kecil-kecil aja, pembersihan dan pengecatan. Nggak ada yang substansial. Meskipun belum ada perpanjangan, untuk mengejar ini kita kasih waktu sampe hari sabtu,” pungkasnya. (ada/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar