Hukum & Kriminal

Proyek Jalan Tembus Desa Diduga Caplok Tanah Masyarakat

Kediri (beritajatim.com) – Pembangunan jalan tembus di area persawahan Dusun Sobo, Desa Rejomulyo, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri dipermasalahkan oleh sebagian masyarakat setempat. Alasannya, proyek Pemerintah Desa Rejomulyo tersebut diduga ‘mencaplok’ beberapa tanah warganya.

Ada enam orang warga RT 1 RW 6 yang merasa tanahnya berkurang. Salah satunya Susiami. Menurutnya, dari 1.900 an meter persegi tanah sawahnya berkurang sekitar 3 rhu untuk pelebaran jalan.

“Yang dicaplok untuk proyek jalan kurang lebih 3 rhu,” kata Susiami. Awalnya, ia tidak tahu apabila sebagaian tanahnya dipakai untuk proyek. Sebab, selama ini lahan tersebut ditanami tebu, dan pemilik jarang pergi ke sawah.

“Kejadiannya satu tahun ini. Saya tidak tahu kalau jalannya dilebarkan, karena tidak ada pemberitahuan baik kepala desa maupun perangkat desa. Tahunnya sudah dibangun seperti itu,” keluh Susiami.

Proyek jalan tersebut berupa pelebaran jalan persawahan. Pemerintah Desa Rejomulyo menggunakan Dana Desa (DD) untuk membuat bangunan penahan jalan.

“Saat diberitahu oleh warga, ternyata sudah jadi bangunan. Saya tidak pernah diajak ngomong,” ungkap Susiami. Karena tidak ada pembicaraan dan juga kompensasi yang diberikan, ia minta agar tanahnya dikembalikan seperti semula.

Dari enam warga yang merasa tanahnya tercaplok proyek, lima diantaranya mengadu ke Forum Pemantau Konstitusi (Formasi) Kediri. Akhirnya LSM ini berusaha menjembatani kepentingan warga.

Arief Bahari Djunaedi, Ketua Formasi mengaku, langsung melayangkan surat kepada pihak Camat Kras dan Kepala Desa Rejomulyo. Jalur ini ditempuh agar kedua belah pihak dapat mengambil jalur penyelesaian persoalan secara duduk bersama.

“Kami kirimkan surat ke Camat, Kepala Desa Rejomulyo dan juga Inspektorat Kabupaten Kediri. Kami berharap, surat tersebut dapat segera ditindaklanjuti,” kata Arief.

Ada beberapa poin dalam surat itu yang dikirim bulan November 2019 itu. Pertama, tanah warga Dusun Sobo Rt 1 Rw 06 Desa Rejomulyo, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri dibuat bangunan desa tidak ada kesepakatan. Sudah pernah diingatkan dan dihalang halangi. Tetapi Kasrudin, Kepala Dusun dan Kaserin RW 06 bersikeras tetap melaksanakan kegiatan. Warga menjadi takut karena terintimidasi.

Pemerintah Desa Rejomulyo belum dapat dikonfirmasi terkait persoalan ini. Ketika ditemui di Kantor Desa, baik Kepala Desa maupun perangkat tidak ada di tempat. Masyarakat terdampak berharap, langkah penyelesaian masalah itu agar situasi keaman tetap kondusif. [nng/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar