Hukum & Kriminal

Prostitusi Era 4.0, Wanita-wanita Diburu untuk Seks ‘Swinger’

Pelaku kejahatan yang diamankan petugas Polrestabes Surabaya di tahun 2019 saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Senin (30/12/2019). (manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Bisnis esek-esek di Kota Surabaya masuk babak baru usai keseriusan pemerintah Indonesia dan Kota Surabaya fokus menutup tempat prostitusi. Seperti yang kita ketahui, Kota Surabaya memiliki tempat prostitus berjuluk Dolly yang Ditutup 2014 lalu.

Usai penutupan Dolly, lelaki hidung belang pun memutar otak untuk memburu wanita tuna susila ini untuk melampiaskan hasratnya. Karena perkembangan teknologi komunikasi era 4.0 yang mudah, cepat dan murah ini, lelaki hidung belang pun menjelajah media sosial. Di antaranya facebook, twitter dan instagram.

AKP Ruth Yuni, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya menuturkan, para wanita memasang ‘iklan’ untuk jual diri di facebook. Hanya saja, karena kemudahan mengakses situs dewasa, permintaan pria hidung belang pun berubah.

“Perubahannya adalah permintaan untuk melakukan gaya dua lelaki melawan seorang perempuan. Permintaan ini mendominasi dan Polrestabes Surabaya pun beberapa kali membongkar kasus prostitusi online ini,” jelasnya kepada beritajatim.com, Selasa (31/12/2019).

Tak hanya satu kali, kepolisian juga menangkap prostitusi online melalui facebook ini lebih dari empat kali selama setahun. Rata-rata muncikari wanita tuna sosial ini adalah orang dekatnya. Yang lebih parahnya lagi, ada muncikari yang ternyata adalah suaminya.

“Wanita-wanita ini dijual dengan alasan karena terhimpit ekonomi. Jika gak ada yang minta threesome, pelayanan satu lawan satu pun diterimanya,” jelasnya.

Tarif Lebih Tinggi
Bagi muncikari yang menawarkan pelayanan threesome ini mematok tarif yang lebih tinggi. Kisaran harga Rp 1,5 juta hingga 2 juta rupiah sekali bermain. AKP Ruth Yuni pun mencontohkan, pada kasus prostitusi online yang dibongkarnya pada awal Agustus 2019 lalu, Dian Tri Susilo (20) warga Kediri menjual istri sirinya DR (16) dengan harga Rp 2 juta untuk layanan threesome.

AKP Ruth menyebutkan, Dian Tri Susilo ini menawarkan istrinya ke pria hidung belang melalui grup FB. Padahal sang istri yang baru dinikahinya secara siri ini sedang hamil empat bulan.

“Kasus seperti ini banyak terjadi dan Pilrestabes selama 2019 ini sudah mengamankan lebih dari delapan kasus. Dan sosial media ini memudahkan para lelaki hidung belang mencari wanita tuna sosial,” tandasnya.

Tak hanya kesulitan mencari wanita. Para lelaki penikmat seksual ini juga sakit jiwa karena memiliki perilaku seks yang menyimpang. Penyimpangan tak hanya gaya seks di ranjang yang puas jika ada lawan jenis lebih dari satu atau sesama jenis. Penyimpangan yang lain adalah kebanyakan lelaki hidung belang menyalurkan hasratnya melalui seksual verbal, video verbal, atau seks imajinasi.

“Hampir 70 persen kasus yang diungkap selama 2019 adalah kasus seksual menyimpang. Seperti seksual dengan tiga orang atau empat orang seperti bertukar pasangan yang dikenal dengan istilah swinger,” tandasnya. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar