Hukum & Kriminal

Propam Polda Selidiki Kasus Polisi Yang Diduga Lakukan Pembiaran Pelanggaran PPKM

Surabaya (beritajatim.com) – Profesi dan pengamanan (Propam) Polda Jawa Timur mulai melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan pembiaran terjadinya pelanggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) darurat yang terjadi pada 9 Juli 2021 lalu di area Darmo Puncak Permai.

Kabid Propam Polda Jatim Taufik Herdiansyah menyatakan kasus ini dilaporkan pada 15 Juli 2021 lalu. “ uratnya masuk 15 Juli 2021,” ujar Taufik dalam pesan whatsappnya, Kamis (29/7/2021).

Lebih lanjut Taufik menyatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan Subbidpaminal Polda Jatim. Hal itu juga tertera dalam Surat Perkembangan Hasil Pemeriksaan Propam (SPHPP2-1) dengan tertanda Kasubbagyanduan Kompol Erika Lensiana.

Perlu diketahui, adanya laporan ketidakprofesionalan seorang perwira polisi Polrestabes Surabaya dan Polsek Lakarsantri yang diduga melakukan pembiaran terkait laporan pendumas ini berawal pada 9 Juli 2021 lalu. Saat itu datang awalnya 50 orang yang diduga sekelompok preman dan kemudian sekitar pukul 21.30 Wib tiba-tiba datang tambahan massa sekitar 150 orang melakukan tindakan beringas dengan melakukan penyerangan, penganiayaan dan pengusiran pada ahli waris dari lokasi tanah sengketa bahkan ada yang merampas HP.

Selain itu, juga mencopot dan merusak papan nama yang dipasang oleh ahli waris. Dan hal itu juga diketahui oleh aparat kepolisian. “Sayangnya, ada oknum aparat kepolisian mengetahui hal itu tapi melakukan pembiaran. Terlebih lagi, saat itu masih dalam masa PPKM darurat,” ujar Johanes Dipa, kuasa hukum pelapor Mulyo Hadi.

Selain itu lanjut Johanes Dipa, juga ada hal yang memilukan, akibat adanya kerumunan orang saat masa PPKM tersebut membuat Lim Tji Tiong (kuasa hukum Mulyo Hadi) yang saat itu ada di lokasi kejadian karena melakukan pendampingan terhadap kliennya akhirnya meninggal dunia karena covid-19 dan diduga terpapar saat di lokasi tersebut. [uci/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar