Hukum & Kriminal

Projo Desak Kejari Jombang Tuntaskan Kasus Korupsi

Aktivis Projo Jombang melakukan orasi di depan kantor Kejari setempat, Kamis (16/7/2020)

Jombang (beritajatim.com) – Demonstrasi dengan tuntutan penuntasan kasus korupsi dilakukan oleh puluhan aktivis Projo Jombang di halaman kantor Kejari (Kejaksaan Negeri) setempat, Kamis (16/7/2020). Dalam aksinya, mereka melakukan orasi secara bergantian dan membeber poster bernada tuntutan.

Begitu sampai di kantor yang berada di Jl Wahid Hasyim ini, para aktivis langsung membeber spanduk. Mereka juga meneriakkan yel-yel sebagai penyemangat.
Sambil menenteng sejumlah poster tuntutan, massa meminta Kejari jujur dan transparan dalam mengusut tuntas semua aduan masyarakat.

Di sela itu, pendemo juga menyemprotkan cairan desinfektan di sekitar kantor Kejaksaan. Penyemprotan cairan disifektan tersebut merupakan bentuk sindiran kepada para jaksa agar selalu steril dan bersih dalam menangani perkara dugaan korupsi tanpa tebang pilih. Pendemo juga memakai APD (alat pelindung diri) secara lengkap.

Koordinator Aksi, Joko Fattah Rochim mengatakan, unjuk rasa tersebut dilakukan agar Kejari benar-benar serius dalam menangani kasus korupsi di Kota Santri. Karena, lanjut Fatah, selama ini banyak laporan yang masuk ke Kejaksaan, namun tidak pernah ada tindak lanjut.

“Banyak kasus yang penanganannya tidak tuntas. Ada indikasi Kejari masuk angin. Misalnya, kasus dugaan penyelewengan anggaran Dana Desa (DD). Sejak 2019, ada sekitar 30 lebih desa di Jombang yang dipanggil Kejaksaan, namun hasilnya tak tuntas,” kata Fatah yang juga Ketua DPC Projo Jombang ini.

Terpisah, Kepala Kejari Jombang, Yulis Sigit Kristanto, menampik tudingan itu. Dia memastikan, semua penanganan kasus dugaan korupsi tetap berjalan sesuai kaidahnya. Dia juga berjanji akan menangani semua laporan masyarakat hingga tuntas.

Yulis kemudian mencontohkan beberapa kasus yang masih berjalan. Di antaranya, dugaan penyelewengan dana hibah KONI Jombang, kasus dugaan korupsi Dispora, serta kasus perpustakaan desa. “Semua kasus tersebut sedang kami teliti. Semua masih berjalan. Kalau sudah selesai akan kita rilis di media,” pungkas Yulis. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar