Hukum & Kriminal

Pria Lulusan SMP Ini Spesialis Curi Amplifier Masjid, Sudah Beraksi 30 Kali

Pelaku pencurian spesialis amplifier masjid. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga, peribahasa itu nampaknya sangat tepat diberikan pada Dumadi Ardian Saputra (20). Ya, warga Desa Plosojenar Kecamatan Kauman Ponorogo itu, merupakan pelaku spesialis pencurian amplifier masjid. Pemuda lulusan SMP ini bahkan sudah melakukan aksi pencurian amplifier sebanyak 30 kali di berbagai tempat ibadah di bumi reyog. Ardian akhirnya tertangkap setelah mencuri amplifier di Masjid Abdul A’lim masuk Desa Morosari Kecamatan Kauman Ponorogo.

“Pelaku spesialis pencurian amplifier ini berhasil ditangkap oleh unit reskrim Polsek Sukorejo,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Muchammad Nur Azis, Jumat (9/4/2021).

Kasus ini terungkap saat pelaku menjual barang curian di media sosial Facebook. Mengetahui hal tersebut, petugas dari kepolisian pura-pura menjadi calon pembeli. Setelah disepakati harga dan tempat ketemuan. Petugas menemui pelaku, kemudian dicek barang amplifier itu.

“Petugas langsung menangkap pelaku, dalam introgasinya yang bersangkutan mengakui kalau barang itu curian dari masjid Abdul A’lim Desa Morosari,” katanya.

Dari pengakuan pelaku, hasil jualan barang curian itu digunakan Ardian untuk kebutuhan sehari-hari. Selain mencuri amplifier, pelaku juga mencuri kotak amal di sejumlah masjid di Ponorogo. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan. Dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara.

“Jadi pelaku juga mencuri kotak amal sebanyak 5 kali. Pelaku diancam hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar