Hukum & Kriminal

Pria di Lamongan Ini Cabuli Anak SD di Rumah Kosong

MHS (54), seorang wiraswasta asal Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan ditahan oleh Kepolisian Resort Lamongan

Lamongan (beritajatim.com) – MHS (54), seorang wiraswasta asal Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan ditahan oleh Kepolisian Resort Lamongan dengan status tersangka pencabulan terhadap MJ, pelajar berumur 6,5 tahun. Diketahui, tersangka menjalankan aksinya di rumah kosong.

“Kejadiannya pada hari Kamis (22/7/2021) lalu, sekitar pukul 08.00 Wib. Lalu dilaporkan oleh orangtua korban. Tempat kejadian perkara di rumah kosong sebelah rumah korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Yoan Septi Hendri, Jumat (30/7/2021).

Saat menjalankan aksinya, mulanya tersangka yang berada di rumah kosong untuk memperbaiki pompa air  tersebut memanggil korban yang sedang bermain seraya mengatakan kepada korban ‘kamu cantik, rambutmu kriwul, baumu wangi, ayo aku foto, masuk ke dalam rumah’.

“Saat itu, korban yang sedang bermain kemudian dipanggil oleh tersangka dan diajak masuk ke dalam rumah kosong dengan dalih mau memfoto korban. Ketika sudah di dalam rumah kosong itu lalu tersangka malah mencium dan melepaskan celana korban serta mencabulinya,” terang AKP Yoan.

Usai dicabuli oleh tersangka, dengan wajah bingung kemudian korban menghampiri pelapor yang berinisial TJ (24), yang sedang membersihkan kamar mandi. Korban lalu menceritakan kejadian yang dialaminya.

“Setelah mendapatkan cerita dari korban, lalu pelapor segera menuju rumah kosong tersebut untuk mencari tersangka dan memarahinya. Akhirnya pelaku mengakui perbuatannya dan meminta maaf,” imbuh AKP Yoan.

Lantaran tidak terima atas ulah yang dilakukan tersangka kepada korban, akhirnya pelapor mendatangi Polres Lamongan dan melaporkannya. “Unit PPA Polres Lamongan telah mengamankan pelaku dan dilakukan pemeriksaan. Pelaku mengakui perbuatan cabulnya, karena khilaf,” sambung AKP Yoan.

Dari hasil pemeriksaan, AKP Yoan mengatakan, Pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 daster warna merah muda, 1 celana dalam warna merah muda, dan 1 Kaos dalam warna putih. “Tersangka dijerat Pasal 82 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” pungkasnya.[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar