Hukum & Kriminal

Pria Bercelurit Dihakimi Massa Setelah Bacok 2 Orang

Petugas menyita sebilah celurit yang digunakan pelaku melukai dua korban di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno

Jombang (beritajatim.com) – Situasi Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno mencekam pada Kamis (21/1/2021) petang. Seorang pemuda menenteng celurit berteriak-terik di jalan. Dia sedang mencari seseorang untuk dihabisi. Karena yang dicari tak ketemu, pemuda bernama Joko Slamet ini mengamuk.

Dia masuk ke rumah warga membikin keributan, juga masuk ke warung untuk melakukan hal serupa. Celuritnya yang mengkilat dia ayun-ayunkan. Celurit itu pula yang ia kalungkan ke leher warga. Dua orang terluka akibat aksi nekad Joko Slamet.

Ngamuknya pria bersenjata tajam ini baru berhenti ketika warga mengeroyoknya. Joko dihakimi beramai-ramai. Tendangan dan pukulan mendarat di tubuhnya. Joko ambruk lalu tersungkur di tengah jalan. Dia lalu dibawa ke RSK (Rumah Sakit Kristen) Mojowarno. Kasus tersebut saat ini sedang dalam penyelidikan polisi.

Kapolsek Mojowarno AKP Yogas membenarkan kejadian tersebut. Yogas menceritakan, seorang warga bernama Buhari (49) sedang santai di dalam rumahnya sore itu. Dia mendengar suara orang yang memanggil-manggil ‘Edi Loyo nandi, Edi loyo jagoane Menganto‘ atau ‘Edi Loyo mana, Edi Loyo Jagoannya Desa Menganto.

Seujurus kemudian pria bercelurit itu juga berteriak-teriak mencari Samidi. Celurit mengkilat sepanjang 60 cm ia tenteng di tangan kanan. Burhani lalu keluar rumah guna mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Burhani berusaha menenangkan Joko Slamet. Namun Joko justru menerobos masuk ke rumah pelapor ini.

Anak Burhani, Femalia Hariati yang terkejut sontak mengingatkan Joko karena masuk rumah membawa celurit. Namun emosi pelaku bukannya reda. Seperti api yang tersiram bensin, kemarahan Slamet semakin tersulut. Selanjutnya, dia mengancam Femalia dengan celurit. Slamet membacokkan senjata tajam itu ke pintu rumah korban. Sabetan itu juga mengenai asbes teras rumah Burhani.

Lagi-lagi, Burhani berusaha menenangkan dan mengajak pelaku keluar rumah. Saat itulah mata celurit yang berkilat-kilat itu mengarah ke Burhani dan mengenai pelipis korban sebelah kanan. Darah segar pun mengucur. Warga semakin cemas. Mereka semakin banyak berkerumun di sekitar rumah korban.

Giliran warga yang berusaha menenangkan Joko Slamet. Sedangkan warga lainnya membantu Burhani yang sedang terluka. Hanya saja, Joko tetap keras kepala. Dia tak mundur sedikit pun mengetahui massa yang berkumpul. Justru, celurit itu ia ayunkan ke arah warga.

Salah satu korban menjalani perawatan di Puskesmas Selorejo Mojowarno

Nah, dari situlah kemarahan warga semakin terpantik. Mereka kemudian beramai-ramai menghajar pemuda desa itu. Pukulan dan tendangan mendarat empuk di tubuh Joko Slamet. Karena kalah jumlah, Joko tak bisa berbuat banyak. Dia terhuyung, lalu roboh di tengah jalan. Beruntung polisi segera datang ke lokasi, sehingga amuk massa ini bisa dihentikan.

“Sebelumnya, pelaku juga melukai seorang warga bernama Juwanto. Pelaku mengalungkan celurit di leher Juwanto. Akibatnya, korban mengalami luka di leher. Kedua korban, yakni Buhari dan Juwanto dirawat di Puskemas Selorejo Mojowarno,” kata Yogas, Jumat (22/1/2021).

Kekacauannya lain yang dilakukan Slamet adalah merusak warung milik Sumardi, warga setempat dan gerobak bakso milik pedagang. Pelaku datang ke warung dengan emosi. Dia kemudian menganyunkan celurit yang dibawanya ke meja warung milik Sumardi. Piring dan gelas pecah berantakan. Juga sarang burung yang ada di warung rontok tertebas celurit.

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian

Puas mengobrak-abrik warung, Joko Slamet kemudian merusak gerobak bakso yang sedang parkir di depan warung. Lampu gerobak dipecah menggunakan celurit. Terakhir, Slamet ke rumah Buhari dan melukai korbannya itu.

“Kita terus melakukan penyelidikan. Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 351 ayat (1) dan 335 dan 406 KUHP tentang penganiayaan disertai pengancaman serta perusakan,” ujar mantan Kasubbag Humas Polres Jombang ini. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar