Hukum & Kriminal

Preman Kawasan Ngoro Industri Diamankan, Minta Pungutan Liar ke Sopir Truk

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis kasus premanisme di Kawasan NIP Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Khoirul Basori warga Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto diamankan anggota Unit Reskrim Ngoro dan Satreskrim Polres Mojokerto. Preman ini diamankan setelah dilaporkan melakukan aksi pungutan liar terhadap sopir truk yang antre bongkar muat.

Sekitar 70 sopir truk antri bongkar muat di PT Indoworld yang berada di Kawasan Ngoro Industri Persada (NIP) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Pelaku meminta pungutan liar ke para sopir yang antre bongkar muat sebesar Rp10 ribu. Aksi pelaku dilakukan sudah berjalan selama 8 tahun.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, Satreskrim Polres Mojokerto bersama Unit Reskrim Polsek Ngoro mengungkap kasus premanisme sesuai atensi Kapolri dan Kapolda Jawa Timur. “Sasaran Kawasan NIP. Kami mendapatkan informasi adanya praktek pungutan liar atau premanisme,” ungkapnya, Senin (14/6/2021).

Masih kata Kapolres, aksi premanisme tersebut dilakukan terhadap sopir truk yang masuk atau keluar di Kawasan NIP. Petugas mengungkap sebanyak lima kasus yang diproses secara tindak pidana dan tujuh kasus dilakukan pembinaan dilihat dari sudut pandang sisi kemanusiaan serta keadilan.

“Jumat, 11 Juni kemarin tim dari Satreskrim mengamankan pelaku yang melakukan aksi premanisme terhadap sopir truk perusahaan sebesar Rp10 ribu yang masuk Kawasan NIP. Dimana praktek ini sudah berjalan sudah lebih dari 8 tahun, dimulai dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2021,” katanya.

Pelaku Khoirul Basori warga Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Kapolres menjelaskan, setiap bongkar muat kendaraan membayar Rp10 ribu kepada pelaku. Setiap hari, ada sekitar 70 sampai 80 unit kendaraan yang menurunkan barang-barang di Kawasan NIP.


“Oknum-oknum yang ada di dalamnya sebagai good father dalam praktek pungutan liar yang berkedok premanisme. Per hari pelaku bisa menghasilkan kurang lebih Rp700 ribu dikalikan dalam satu bulan kurang lebih Rp41 juta. Namun dalam pelaksanaannya sesuai keterangan pelaku, menghasilkan Rp12 juta,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, selama delapan tahun pelaku menjalankan aksinya diduga tidak dilakukan sendiri. Sehingga pihaknya akan melakukan pengembangan dan pemeriksaan intensif. Pihaknya juga akan mengumpulkan perwakilan perusahaan yang ada di Kawasan NIP untuk diberikan himbauan terkait aksi premanisme.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menjelaskan, praktek premanisme yang sudah berlangsung delapan tahun baru terungkap tersebut diduga lantaran masyarakat saat ini sudah paham hukum. “Semakin maju, masyarakat semakin melek aturan hukum,” tuturnya.

Masih kata Kasat, pelaku mendapatkan keuntungan dari aksi premanisme sebesar Rp12 juta sebulan yang diperoleh dari sopir truk sebesar Rp10 ribu per orang setiap masuk Kawasan NIP. Pelaku menyetorkan ke Karang Taruna Desa Lolawang sebesar Rp200 ribu sebulan. Saat diamankan pelaku hanya seorang diri.

“Kami menurunkan tim untuk mengungkap pelaku. Besok semua manager akan dikumpulkan untuk mengantisipasi adanya praktek premanisme. Pelaku dijerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara itu, pelaku, Khoirul Basori menambahkan, aksi pelaku dilakukan kesepakatan dengan pemilik barang. “Kita menjalankan tugas. Saya kerja untuk Karang Taruna. Ini karcis untuk kesepakatan dengan pemilik barang, kwitansi Rp200 ribu untuk Karang Taruna. Sisanya untuk saya sendiri, menyalahi aturan,” akunya.

Barang bukti yang diamankan dari pelaku berupa uang tunai sebesar Rp680 ribu, 13 bendel kwitansi, satu lembar kwitansi pembayaran untuk keamanan tanggal 3 Januari 2021 sejumlah Rp200 ribu, satu lembar kwitansi pembayaran untuk keamanan tanggal 3 Februari 2021 sejumlah Rp200 ribu. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar