Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Praktisi Hukum Surabaya Kecam Pihak Mainkan Harga Obat dan Oksigen

Direskrim Polda Jatim amankan 129 tabung oksigen yang ditimbun oleh dia tersangka asal Sidoarjo

Surabaya (beritajatim.com) – Tingginya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di sejumlah daerah di Jawa Timur membuat rumah sakit kuwalahan dalam menangani pasien, tak sampai disitu masyarakat juga dibuat panik dengan langkanya obat serta oksigen yang mana keduanya sangat dibutuhkan bagi mereka yang sakit.

Ditengah kondisi yang demikian, masih ada masyarakat yang tega memanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi dengan menjual obat dan oksigen diatas harga yang sudah ditetapkan. Hal itu membuat sejumlah pihak menjadi geram, seperti halnya dengan praktisi hukum Johanes Dipa Widjaja.

Johanes Dipa yang juga seorang kurator ini menyatakan apa yang dilakukan oknum tersebut sangatlah keji dan tidak manusiawi. Dan pihaknya juga mengutuk keras serta meminta para pelaku harus ditindak tegas agar menjadi pelajaran bagi pihak-pihak yang mencari keuntungan dengan cara-cara yang tidak berkemanusiaan.

“Perbuatan tersebut tentu merupakan kejahatan keji mengingat situasi darurat saat ini dimana kebutuhan atas obat-obatan merupakan kebutuhan krusial dan menyangkut keselamatan jiwa, perbuatan tersebut diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun sebagaimana dimaksud di dalam Pasal 14 dan Pasal 15 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular,” ujar Johanes Dipa, Senin (12/7/2021).

Selain itu lanjut Johanes Dipa, oknum tersebut juga bisa dijerat pasal 29 ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014  tentang Perdagangan, yang berbunyi pelaku usaha dilarang menyimpan barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas Perdagangan Barang.

Lebih lanjut Johanes Dipa menyatakan, dimasa pandemi Covid-19 ini seharusnya kita semua bergandeng tangan dan saling tolong menolong mengatasi situasi ini bukan malah mencari keuntungan di atas penderitaan orang lain.

Johanes Dipa juga berharap agar aparat penegak hukum untuk lebih aktif melakukan penyelidikan atas adanya dugaan peristiwa pidana ini.

Johanes Dipa Widjaja.

Perlu diketahui, Tim kriminal khusus Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur menangkap dua orang karena menjual tabung oksigen yang tidak sesuai harga eceran. Kedua tersangka yang berhasil diamankan yakni, AS dan TW.

Kedua tersangka ini mempunyai peran masing – masing, untuk tersangka AS, dia membeli tabung oksigen dari PT. NI dengan harga Rp 700.000, dan menjualnya kembali ke pembeli FR dengan harga Rp 1.350.000, dimana harga eceran tertinggi Rp 750.000.

Tersangka AS dalam menjalankan aksinya dibantu oleh tersangka TW, yang tak lain adalah adik kandungnya sendiri. Dimana tersangka TW memasarkan tabung oksigen melalui media sosial (Facebook) dan juga Whatshapp grup. Sehingga tersangka AS dan TW memperoleh keuntungan setiap tabung oksigen sebesar Rp 650.000.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinmenjelaskan, dalam operasi aman nusa telah melakukan kegiatan yang telah diberikan oleh Kabareskrim dan Kapolri, dalam rangka penanganan Covid-19, yakni menjamin ketersediaan obat – obatan, ketersediaan oksigen dan penyaluran bantuan sosial.

” Polda Jatim mendapatkan informasi adanya dugaan penyaluran oksigen. Kami dari satgas bekerjasama dengan pemerintah daerah dan dinas kesehatan untuk memastikan ketersediaan oksigen, kelancaran distribusi dan stabilitas harga,” jelas Irjen Nico Afinta, Senin (12/7/2021). [uci/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar