Hukum & Kriminal

PPKM Hari Kedua di Kota Mojokerto, 155 Pelanggar Terjaring Operasi Yustisi

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi memimpin Operasi Yustisi, Sabtu (16/1/2021) tadi malam.

Mojokerto (beritajatim.com) – Hari kedua, Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Mojokerto, petugas menjaring 155 pelanggar protokol kesehatan. Operasi Yustisi digelar dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 1 Tahun 2021.

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriyadi memimpin langsung Operasi Yustisi dalam rangka PPKM dengan melaksanakan penegakan disiplin protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di wilayah Hukum Polresta Mojokerto, Sabtu (16/1/2021) malam.

“Zonasi Covid-19 di Kota Mojokerto menjadi merah sehingga pada hari Selasa kemarin dilakukan rapat Satuan Tugas Covid-19. Kegiatan malam ini, berdasarkan Inmendagri Nomor 1 tahun 2020 di antaranya adalah peningkatan kegiatan Operasi Yustisi,” ungkapnya.

Yakni yang semula dilakukan kegiatan Operasi Yustisi dua kali dalam sehari, namun kali ini dilakukan peningkatan menjadi tiga kali dalam sehari. Untuk pertokoan, pasar tradisional dan Pedagang Kaki Lima (PKL) jam operasionalnya hingga pukul 20.00 WIB, yang sebelumnya pukul 16.00 WIB.

“Sifatnya kerumunan itu juga menjadi keputusan dari Surat Edaran. Seperti tadi pagi (kemarin, red), di Kecamatan Prajurit Kulon akan melaksanakan pesta dengan bangun terop. Bhabinkamtibmas dan Babinsa mendatangi dan memberikan penjelasan. Sebenarnya masyarakat sudah paham,” katanya.

Menurutnya, petugas hanya melakukan penertiban bagi mereka yang melanggar. Nantinya, Operasi Yustisi dengan sasaran pertokoan maupun restoran dan pasar tradisional untuk melihat kondisi di lapangan. Yakni apakah sudah menjalankan sesuai jam operasional.

“Penegakan Operasi Yustisi menjadi mutlak untuk pelaksanaan penindakannya karena melihat perkembangan pertumbuhan kasus aktif Covid-19. PPKM berlaku mulai 15 Januari sampai 28 Januari 2021. Namun nantinya ada evaluasi,” ujarnya.

Peningkatan Operasi Yustisi, lanjut mantan Kapolres Sumenep ini, untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dalam PPKM, petugas tidak memberi toleransi untuk penegakan hukum. Di hari kedua PPKM, 155 pelanggar protokol kesehatan dijaring petugas gabungan.

Sebanyak 16 pelanggar protokol kesehatan dijaring pada Operasi Yustisi yang digelar pada, Sabtu pagi. Kemudian 26 pelanggar protokol kesehatan dijaring dalam Operasi Yustisi Sabtu sore danĀ  113 pelanggar dijaring pada Sabtu malam. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar