Hukum & Kriminal

Positif Narkoba, Pengunjung Hiburan Malam di Mojokerto Diamankan BNNK

Kepala BNNK Mojokerto, AKBP Suharsi saat merazia sebuah tempat hiburan malam di Kota Mojokerto. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang pengunjung di salah satu tempat hiburan malam di Kota Mojokerto terbukti positif narkoba. Ini diketahui setelah petugas gabungan melakukan razia di salah satu tempat hiburan malam yang ada di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Senin (30/12/2019).

Pengunjung berjenis kelamin laki-laki yang diketahui positif narkoba tersebut yakni YK (39), warga Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Ia positif mengandung narkoba jenis Morfin, THC dan Benzu setelah petugas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) melakukan tes urine bersama dua pengunjung lainnya.

Kepala BNNK Mojokerto, AKBP Suharsi mengatakan, pihaknya melakukan tes urine secara acak terhadap empat orang pengunjung tempat hiburan malam di lokasi tersebut. “Kita lakukan tes urine secara acak, ada empat orang dari dua lokasi berbeda. Satu DJ negatif, di Kedundung kita tes tiga orang dan satu orang positif Morfin, THC dan Benzu,” ungkapnya, Selasa (31/12/2019).

Masih kata Kepala BNNK, pihaknya menduga pria berbadan kurus tersebut menggunakan obat-obatan lebih dari satu jenis. Diduga ia menggunakan ganja tapi masih samar, yang lebih mutlak yakni morfin. Namun, morfin jarang digunakan. Meski tak mengakui, petugas membawa YK untuk diamankan ke kantor BNNK Mojokerto.

“Makanya ini aneh juga disalahgunakan, untuk saat ini morfin jarang digunakan. Kami juga lakukan asesmen medis karena sampai saat ini belum kami temukan barang bukti. Kalau kami temukan barang bukti narkoba, dia kami proses pidana,” katanya.

Kepala BNNK menambahkan, seorang yang positif narkoba harus dilakukan asesment medis dan yang bersangkutan wajib mengikuti program BNNK Mojokerto tentang penanganan pecandu narkoba. Menurutnya, YK tidak ditahan hanya diamankan di kantor BNNK Mojokerto guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau unsur pidana belum ada karena tidak ditemukan barang bukti. Kecuali setelah dilakukan pendalaman lalu ditemukan barang bukti narkoba bisa jadi (ditahan). Asesmen pertama dilakukan besok biasanya dibuat jadwal asesmen satu kali dalam sepekan paling tidak minimal 8 kali pertemuan,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar