Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Polsek Tegalsari Surabaya Tangkap Pencuri Spesialis Barang Jamaah Masjid

Sholikin tersangka pencurian ditangkap Polsek Tegalsari

Surabaya (beritajatim.com) – Polsek Tegalsari menangkap Sholihin (47)  warga Semampir Surabaya setelah melakukan pencurian di Masjid Masjid Ashodiqin kawasan Wonorejo Tegalsari Surabaya.

Sholihin sendiri mengaku juga sudah beberapakali mencuri barang bawaan umat yang beribadah di Masjid Ashodiqin Jalan Wonorejo, Tegalsari, Surabaya. Sebelum mengambil, pelaku melihat waktu ibadah sudah tiba atau belum. Atau melihat tempat tersebut ada orang ibadah atau tidak.

Usai melihat kondisi tersebut memungkinkan alias aman dan ada tas atau barang yang bisa pelaku ambil. Pelaku pun memasuki tempat ibadah tersebut dan mengambil barang berharga.

“Pelaku awalnya sudah pernah mencuri beberapa kali. Karena takmir masjid mencurigai  pencurian dengan memeriksa kamera pengawas. Sampai akhirnya dilakukan pengawasan dan pelaku pun tertangkap basah mengambil barang milik orang lain,” jelas Kapolsek Tegalsari Kompol Ricky Tri Dharma melalui Kanit Reskrim Iptu Marji,  Rabu  (30/6/2021).

Usai terbongkar siapa orang yang selama ini meresahkan takmir di beberapa masjid di kawasan Tegalsari Surabaya. Pencuri bernama Solihin (47) warga Semampir Surabaya ini kemudian diamankan dan diserahkan ke petugas.

Pria yang kesehariannya berkerja sebagai tukang becak itu ditangkap saat diruang ganti (tempat wudhu) di Masjid Jalan Wonorejo.

“Pelaku diamankan takmir masjid serta langsung berkoordinasi dengan kami. Saat diamankan itu pelaku merogoh pakaian milik jamaah yang dicantolan di tempat wudhu masjid setempat,” lanjut  Iptu Marji.

Iptu Marji mengatakan beberapa hari terakhir gerak-gerik Solihin sengaja dipantau takmir masjid bernama Soim (71). Lantaran usai pihaknya mendapatkan laporan dari para pedagang pasar kehilangan handphone dan uangnya saat salat subuh berjamaah di masjid tersebut.

Rupanya kecurigaan Soim yang disampaikannya ke polisi benar. Sebab saat ditangkap, Solihin mengambil sebuah tas warna hitam yang berisi handphone dan uang Rp 286 ribu.

Dari hasil pemeriksaan, Solihin mengaku jika seringkali salat subuh di masjid itu. Niat jahatnya muncul saat mengetahui para jamaah masih menyantolkan pakaiannya di tempat wudhu.

Dan dia memilih beraksi pagi hari dengan harapan agar aksinya tidak dilihat siapapun. Sebab saat pagi hari, masjid itu dalam keadaan sepi

“Dialah yang selama ini meresahkan takmir masjid. Begitu juga dari hasil interogasi tersangka juga pernah mengambil barang berupa hp dan uang  di Masjid Al-Mubarok Jalan Keputran,” tandasnya.(man/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar