Hukum & Kriminal

Polsek Sawahan Bekuk Dua Pengamen Cilik Terlibat Curanmor di Surabaya

Maling Motor; Foto/Ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Reskrim Polsek Sawahan meringkus dua terduga pelaku curanmor yang masih berumur belasan di daerah Wonokitri. Mereka adalah ON (13) dan AP (14) warga Gresik yang sehari-hari mengamen di Surabaya.

Kapolsek Sawahan, Kompol Risky mengatakan jika Kedua tersangka ditangkap setelah terlibat pencurian motor matik di Jalan Wonokitri milik korban, Tofik (36), warga Jalan Wonokitri. Akibat perbuatannya, tersangka kini ditahan di balai pemasyarakatan (bapas) karena masih di bawah umur.

“Mereka berdua sehari-hari pengamen dan sehari-hari tidur SPBU Morokrembangan,” kata Kapolsek Sawahan Kompol Risky Fardian, Selasa (22/11/2022).

Risky menjelaskan, jika keduanya bukanlah pelaku utama. Mereka berdua hanya disuruh oleh pelaku utama yang saat ini tengah diburu pihak kepolisian. “Pelaku utama dari gresik, mereka berdua ini hanya disuruh. Ditantangin untuk dorong motor ke tempat yang lebih jauh,” imbuhnya.

Dari pengakuan ON, mereka mau menuruti perintah pelaku utama lantaran kedua anak-anak tersebut mempunyai utang kepada pelaku utama. Karena belum bisa membayar, lantas mereka diajak mencuri motor di Jalan Wonokitri pada 17 November 2022.

Saat itu, sejoli bersama otak pencuri itu mencari sasaran di rumah korban dan melihat motor diparkir depan rumah. Lalu ON dibantu AP mendorong motor dan diberikan kepada pelaku utama. Setelah berhasil langsung melarikan diri.

Kejadian curanmor baru diketahui oleh korban keesok harinya. Kemudian mengecek CCTV dan terlihat pencurinya sejoli tersebut. Selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sawahan.

Berbekal wajah terduga pelaku yang terekam CCTV, polisi langsung melakukan pencarian dan berhasil mengidentifikasi mereka.

Saat diinterogasi, sejoli mengaku dua kali disuruh mencuri motor di Jalan Pakis Gunung dan Wonokitri pada November 2022. Dua kali mencuri motor mereka mengaku hanya disuruh mendorong dan tanpa diberi komisi hasil penjualan motor.

“Saya hanya disuruh mendorong. Setelah berhasil mencuri motor, saya berikan ke teman asal Gresik. Saya tidak diberi apa-apa. Saya mau karena punya utang ke pria yang menyuruh saya,” pengakuan ON. (ang/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar