Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Polsek Sambit Ponorogo Tangkap 2 Penjudi Remi

Kedua pelaku dan sejumlah barang bukti saat diamankan di Mapolsek Sambit. (Foto/Polsek Sambit)

Ponorogo (beritajatim.com) – Unit reskrim Polsek Sambit menangkap dua pelaku kasus perjudian jenis judi remi. Dua pelaku yakni Margono (58) dan Toni Kushermawan (38) tertangkap oleh petugas, saat melakukan judi remi di salah satu rumah warga di Dusun Kambangrejo Desa Bedingin Kecamatan Sambit Ponorogo.

Mereka tidak berkutik, karena petugas sudah mengepung rumah yang digunakan untun berjudi tersebut. “Baru-baru ini memang anggota kami berhasil menangkap dua pelaku kasus 303 atau judi remi,” kata Kapolsek Sambit AKP Sutriatno, Kamis (26/5/2022).

Selain mengamankan dua pelaku, jajaran kepolisian juga mengamankan dua barang bukti saat melakukan penggrebekan. Yakni tiga set kartu remi dan uang tunai yang digunakan untuk berjudi sebanyak Rp317 ribu
“Ada dua barang bukti yang ikut kita amankan. Yakni tiga set kartu remi dan sejumlah uang yang digunakan kedua pelaku untuk berjudi,” ungkap Sutriatno.

Pengungkapan kasus perjudian di wilayah Polsek Sambit itu berawal informasi dari masyarakat. Dimana di Dusun Kambangrejo Desa Bedingin sering digunakan untuk dijadikan perjudian jenis kartu remi. Informasi itu, kemudian ditindaklanjuti unit reskrim Polsek Sambit untuk melakukan penyelidikan.

Pada sekira awal bulan Mei 2021, Unit Reskrim Polsek Sambit mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Dusun Kambangrejo, Desa Bedingin, Kecamatan Sambit sering digunakan untuk perjudian kartu remi. Kemudian unit Reskrim Polsek Sambit melaksanakan penyelidikan.

Tindak lanjut penyelidikan yang dilakukan petugas ternyata benar, di Dusun Kambangrejo sering dilakukan perjudian jenis kartu remi. Bahkan perjudian tersebut tidak mengenal waktu. Selain itu, praktik itu juga sudah terjadi berbulan-bulan. “Karena sudah berlangsung lama, hingga membuat keresahan di masyarakat sekitar,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kedua pelaku, mereka dijerat dengan pasal 303 ayat (1) ke 2e atau 303 bis ayat (1) ke 1,2 KUHP. Dengan hukuman penjara selama-lamanya 10 tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp 25 juta. “Untuk kasus perjudian ini, pelaku dijerat dengan pasal tentang perjudian. Dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara,” pungkasnya. [end/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar