Hukum & Kriminal

Polsek Bantur Tangkap Dua Pencuri Ratusan Tanaman Porang

Malang (beritajatim.com) – Unit Reskrim Polsek Bantur, Polres Malang, meringkus dua orang pencuri ratusan tanaman Porang, Senin (3/1/2020). Keduanya tertangkap saat membawa tanaman porang dari hutan jati Petak 19 BKPH Sengguruh RPH Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Kapolsek Bantur AKP Nuryono melalui Kanitreskrim Polsek Bantur, Aipda Zuhdy Yahya SH,MH menjelaskan, korban yang dirugikan dalam pencurian tanaman porang bernilai ekonomi tinggi yakno Tukusan (61), warga Dusun, Balewarti RT 08 RW 05, Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Kedua pelaku atas nama Tiawan (36) dan Saiful Effendi (22), warga Dusun Krajan, Desa Rejosari, Bantur. “Barang bukti yang kami sita berup 530 batang tanaman umbi Porang yang berumur sekitar 2 (dua) tahun. Serta dua sak glangsi warna putih,” ungkap Aipda Zuhdy.

Kata Zuhdy, kronologis kejadian ini bermula pada Minggu (2/2/2020) pukul 15.00 WIB di tanah garapan dibawah tegakan pohon jati yang digarap korban, terjadi pencurian tanaman Porang. “Porang ini tanaman bernilai ekonomis tinggi atau kualitas ekspor ke Jepang yang juga berguna untuk Pengobatan Kanker. Satu kilonya bisa lebih dari Rp 100 ribu,” beber Zuhdy.

Zuhdy melanjutkan, sekitar pukul 15.00 WIB korban ketika sedang mengambil rumput hama tanaman porang, dalam perjalanan pulang bertemu dengan saksi Hariono. Bahawa saksi mengatakan jika dilahan garapan milik korban, tanaman porang miliknya ada 2 orang yang mengambil tanaman porang sambal membawa satu karung.

“Korban lalu melapor kepada kami. Setelah kita cek ke lokasi, dua tersangka masih membawa hasil curiannya. Selanjutnya terhadap dua orang tersebut dilakukan penangkapan dan dari tangan kedua pelaku didapatkan Barang Bukti berupa 1 sak glangsi yang bersisikan tanaman porang yang berumur sekitar 2 tahun,” tegasnya.

Aipda Zuhdy menambahkan, setelah dilakukan pengembangan dan pengeledahan dirumah tersangka Saiful Effendi, pihaknya mendapati satu karung glangsi berisikan tanaman porang. “Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian Rp 3,5 juta,” pungkas Zuhdy. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar