Hukum & Kriminal

Polrestabes Surabaya Turut Tangani Kasus Jemput Paksa Jenazah Covid-19

Empat pelaku penjemput paksa jenazah Covid-19 yang reaktif dan salah satu istrinya positif Covid saat hamil di Surabaya belum lama ini. (istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Polrestabes Surabaya ternyata ikut andil dalam penanganan kasus penjemputan paksa jenazah Vovid-19 oleh empat pelaku di Surabaya. Sebelumnya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya melakukan penjemputan empat pelaku dan menjerat UU Karantina Kesehatan terhadap MI (28), MA (25), MK (23), dan MB (22). Keempatnya merupakan pelaku penjemputan paksa jenazah Covid di RS Paru Surabaya belum lama ini.

“Benar kita juga menangani perkara ini dan sudah mengirimkan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan.red),” jelas Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo kepada beritajatim.com, Minggu (28/6/2020).

Lebih lanjut perwira menengah melati dua ini menjelaskan, dalam SPDP Polrestabes, keempat pelaku ini melakukan pengerusakan. Tak hanya itu, para pelaku yang saudara ini juga ditengarai melanggar pasal kekerasan terhadap petugas. Meski demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Jatim untuk berkomunikasi terkait dual SPDP ini.

“Kita ada pasal pengerusakan dan ada dugaan kekerasan terhadap petugas juga. Maka dari itu karena ada laporan masuk ya kita layani. Tapi kita juga gak tahu jika Polres KP3 terjun menangani kasus ini,” paparnya.

“Kita koordinasikan ke Polda Jatim untuk dua SPDP ini. Nantinya bagaimana kelanjutannya kita serahkan apakah lanjut atau bisa lanjut keduanya,” pungkas mantan Wakasat Reskrim Polrestabes ini.

Perlu diketahui, penjemputan paksa jenazah positif COVID-19 di RS Paru itu dilakukan beberapa warga Pegirian, Surabaya, pada Kamis (4/6). Mereka membawa pulang jenazah tanpa protokol kesehatan. Empat tersangka kasus jemput paksa jenazah positif Corona di RS Paru menjalani rapid test dan semuanya reaktif. Bahkan istri salah satu tersangka positif COVID-19. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar