Hukum & Kriminal

Polrestabes Surabaya Ringkus Pengeroyok Dua Pemuda Hingga Meninggal

Petugas saat melakukan gelar perkara dugaan penganiayaan berujung kematian di Mapolrestabes Surabaya, Senin (24/5/2021).(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajarim.com) – Sekitar 15 hingga 20 orang pelajar dan pemuda di Surabaya menganiaya dua orang di Jalan Siwalan Kerto, Surabaya, Jumat (21/5/2021) dini hari.

Kedua pemuda yakni Alvin (18) dan Fito (18) ini dikeroyok di tiga lokasi yang berbeda karena korban dipaksa oleh para pelaku. Menurut Akbar (19) salah satu tersangka yang diamankan Satreskrim Polrestabes Surabaya, dirinya ikut memukul karena diajak Bayu (18). Akbar mengaku sekitar tiga kali di kepala dan badannya.

“Awalnya Bayu bilang kalau dikeroyok oleh Alvin dan Fito. Jadi kita bersama-sama sekitar 15 sampai 20 orang mengeroyok Alvin dan Fito ini. Saya hanya memukul tiga kali dua pukulan di mulut dan satau di pundak,” ujar Akbar mengaku ke petugas di hadapan jurnalis saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Senin (24/5/2021).

Saat ditanya siapa yang membenturkan jepala korban ke tembok, Akbar mengaku tidak tahu. Bahkan dirinya tak tahu jika korban dinyatakan meninggal akibat benturan keras tersebut. Kepada jurnalis Akbar salah satu dari tiga pelaku yang diamankan ini, dirinya mengaku terlalu banyak yang ikut mengeroyok. Bahkan jumlah pemuda yang masih sekolah dan bekerja juga tidak dia ketahui.

“Saya gak tahu meninggalnya korban ini. Soalnya saat diantar ke kosnya, korban masih hidup dan dalam kondisi tak sadarkan diri,” katanya.

Sementara itu Kompol Ambuka Yuda Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya menjelaskan bahwa Bayu adalah penyebab terjadinya kasus pengeroyokan. Bahkan Bayu dijerat dua pasal karena ada dua laporan polisi. Untuk kasus pengeroyokan sendiri petugas menetapkan empat tersangka yakni Bayu, Akbar, dan Arif (18) seorang pelajar.

Petugas saat melakukan gelar perkara dugaan penganiayaan berujung kematian di Mapolrestabes Surabaya, Senin (24/5/2021).(Manik Priyo Prabowo)

Sedangkan satu pelaku lagi masih dalam proses pengejaran dan sudah dinyatakan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Saat ditanya kronologi dan pemicu pengeroyokan, Kompol Ambuka menjelaskan bahwa Bayu awalnya dikeroyok dua orang yang tak lain adalah korban. Bayu dikeroyok kedus korban lantaran diduga memerkosa sebut saja F gadis yajg dikenal Fito dan Alvin ini.

“Nah usai memerkosa gadis itu Alvin dan Fito tak terima lalu mengeroyok Bayu. Selanjutnya Bayu bilang ke semua rekannya kalau dikeroyok tanpa sebab. Karena tak terima Bayu dikeroyok, Alfin dan Vito dioancing keluar kos untuk dihajar 20 orang lebih di tiga lokasi. Hingga akhirnya Fito meninggal dan Alfin koma di rumah sakit,” paparnya.

“Itulah kenaoa Bayu dijerat dua pasal yakni pengeroyokan dan tindakan pencabulan karena Bayu dilaporkan nengeroyok berujung kematian dan memerkosa,” lanjut Ambuka.(man/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar