Hukum & Kriminal

Polrestabes Surabaya Bekuk Sindikat Peredaran Pil Yarindo

Surabaya (beritajatim.com) – Jutaan pil dobel L atau pil anjing gila ternyata sudah tak begitu diminati lantaran kwalitasnya sudah tak bagus lagi. Tak hanya itu, suplai pil dobel L juga tersendat lantaran 7 juta lebih pil dobel L  di Surabaya  disita dan dimusnakan.

Karena kecewa, para bandar pun mencoba memutar otak dengan mencari pil Yarindo yang harga di atas sediki lebih mahal tapi efeknya lebih ‘gila’dari pil dobel L. Bahkan tak sedikit konsumen obat kimia berbahaya yang membuat mabuk ini dicari.

Kasat Narkiba Kompol Memo Ardian menjelaskan, pil Yarindo sebenarnya sudah banyak beredar di Indonesia. Termasuk Kota Surabaya yang dulu peminatnya sedikit tapi kali ini bertambah.

“Peminat Yarindo meningkat karena pil dobel L langka. Maka penjual atau pengedar pil Yarindo ini membeli jumlah banyak. Untuk memenuhi permintaan konsumennya. Maka penjual harus  hati-hati karena obat ini lebih keras, lebih berbahaya terhadap ginjal dan lebih besar efek ke otak,” jelasnya kepada beritajatim.com, Selasa (23/6/2020).

Sebelumnya polisi mengungkap kasus peredaran pil Yarindo di Surabaya. Tiga pengedar diamankan Unit Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Ketiga pengedar yang diamankan yakni Bambang Eko Purnomo (40), Aris Saputro (21) dan Heru Asjiono (38), etiganya berasal dari Sidoarjo.

Barang Bukti Pil Yarindo

AKBP Memo Ardian mengatakan terbongkarnya kasus peredaran pil Yarindo  dari penangkapan tersangka Aris dan Bambang di Jalan Surowongso, Sidoarjo, pada Rabu (3/6) lalu. Kemudian, pada hari yang sama petugas juga meringkus Heru dirumahnya di kawasan Sidoarjo.

“Kasus ini terungkap berawal dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi narkotika jenis sabu di kawasan tersebut. Tapi pelaku ternyata juga menjual dan menimbun pil Yorido,” lanjut Memo.

Memo memaparkan pengungkapan ini berawal dari tersangka Bambang.  Bambang yang diamankan dan ditemukan barang bukti. Selanjutnya petugas mengembangkan dan menangkap Aris yang terlihat mondar-mandir di depan warkop. Saat diamankan pelaku Aris mengaku pernah beli sabu-sabu kepada Bambang.

“Selanjutnya kami kembangkan, Heru juga berhasil kami amankan,” lanjut Memo.

Tak hanya mengamankan pil Yarindo, perugas juga mengamankan sabu serta barang lainnya. Memo menambahkan jika pil Yarindo ditemukan saat petugas mengamankan Bambang.

Barang bukti lainya yakni seperangkat alat hisap sabu dan pipet kaca. Kemudian saat menangkap Aris petugas menemukan alat timbang elektrik.

“Pil Yarindo termasuk dalam golong pil koplo. Namun efeknya lebih berbahaya bagi yang mengunakan. Jadi orangtua dan warga harus hati-hati akan pil haram ini,”ujar Memo.

Lenih lanjut Memo memaparkan,  ditemukan pil Yarindo ini sudah dikemas dalam kaleng plastik menyerupai obat yang siap diedarkan. Sedangkan sasarannya edar pil Yarindo oleh pelaku akan diedarkan di wilayah Surabaya sekitar.

Diduga mereka merupakan jaringan di salah satu lapas di Jawa Timur. Memo menjelaskan jika pil Yarindo memiliki logo Y, berbeda dengan pil koplo duble L yang memiliki logo LL. Para pengedar mengedarkan secara ilegal.

“Kami masih kembangkan kasus ini. Dari pengakuan para tersangka sudah lima bulan mengerdakan pil tersebut. Semoga kita bisa bongkar gudang dimana penyuplai barang haram ini,” Tandas Memo.(man/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar