Hukum & Kriminal

Polrestabes Surabaya Beberkan Perkembangan Kasus Penganiayaan Dosen Uinsa

Pelapor kasus penganiayaan dosen vs dosen UINSA usai diperiksa di Mapolrestabes Surabaya, belum lama ini. [Foto/Manik Priyo Prabowo]

Surabaya (beritajatim.com) – Kasus dugaan penganiayaan dosen vs dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya masih berjalan. Kasus yang diduga karena diawali adanya beasiswa Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) ini menjadi sorotan media.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menjelaskan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Saat ditanya apakah terlapor alias S sudah dipanggil, pihaknya mengaku belum. “Baru tahap penyelidikan. Petugas masih melakukan interogasi,” jelasnya singkat melalui sambungan telepon, Jumat (14/8/2020).

Diberitakan sebelumnya, Kamis (13/8/2020), pelapor ANF (56) menyampaikan siaran pers bahwa dirinya didatangi oleh S atasan dan rekan sesama dosen UINSA di ruangannya. Belum ada perbincangan panjang lebar, S justru mengeluarkan kalimat bernada keras.

Tak hanya itu, ANF juga mengaku memperoleh perlakukan kasar yakni pukulan yang dilayangkan oleh S. Dalam siaran pers tersebut pelapor juga melampirkan surat laporan ke Pilrestabes Surabaya.

Sementara itu, Rektor UINSA Prof. H. Masdar Hilmy mengatakan bahwa kejadian itu benar adanya. Rektor juga telah memberikan masukan untuk sedapat mungkin mengupayakan penyelesaian lewat jalur kekeluargaan. Sembari berupaya mencari cara menghentikan tindak tanduk kekerasan yang dilakukan.

“Tapi kalau Pak Wadir mau melakukan visum, disilakan. Asalkan cara-cara yang ditempuh adalah legal dan tidak bertentangan dengan ketentuan Perundang-undangan,” imbuh Prof. Masdar. [man/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar