Hukum & Kriminal

Polrestabes Surabaya Amankan 49 Motor Pembalap Liar

Kepolisian mengamankan dan membubarkan puluhan kendaraan tak standart yang diduga hendak gelar balap liar di Surabaya, Minggu (21/6/2020) dini hari.(Humas Polrestabes)

Surabaya (beritajatim.com) – Sedikitnya 49 motor diamankan anggota Satlantas Polrestabes Surabaya, Minggu (21/6/2020) dini hari. Kepolisian bersama tim gabungan ini mengamankan sepeda motor dengan knalpot brong dan diduga juga hendak menggelar balap liar.

Puluhan motor itu terjaring razia operasi ketertiban lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Kota Surabaya, di antaranya, di kawasan Wonokromo, Tegalsari, dan Genteng. “Iya benar. 49 motor penggunaan knalpot brong,” ujar Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra, saat dikonfirmasi beritajatim.com, Minggu (21/6/2020).

Pengendara motor yang memasang knalpot brong, dapat dikatakan melanggar Pasal 285 dalam Undang-undang (UU) No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Menurut Pasal 285 Ayat 1 menyebut knalpot laik jalan menjadi satu diantara persyaratan teknis kendaraan yang dikemudikan di jalanan. Pasal itu berbunyi, setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban.

Hal itu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250 Ribu.

Selain itu, menyoal pelanggaran para pengendara motor karena menggunakan knalpot tak standar; knalpot brong, ternyata dapat ditinjau dari akademis pada aspek psikologi sosial, yakni kebisingan.

Standar tingkat kebisingan knalpot sudah ditentukan di Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru.

Yakni kategori motor 80cc-175cc maksimal bising 83 desibel (dB). Sedangkan di atas 175cc maksimal bising 80 dB. “Kita akan periksa kelenhkapan dan jika mau diambil harus dikembalikan normal sesuai standart baru bisa. Kalau gak ya akan disita,” pungkasnya.(man/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar