Hukum & Kriminal

Polrestabes Surabaya Amankan 20 Orang Tersangka Judi Sotil dan Online

20 tersangka judi online yang diamankan Jatanras saat mengikuti gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (22/9/2020).(Ade Mas Satrio Gunawan)

Surabaya (beritajatim.com) РNiat hati ingin cari tambahan selama pandemi virus, Hendra (38) warga Surabaya nekat bermain judi sutil. Namun naas, sepinya pendapatan usaha yang ditinggalnya akibat pandemi  mengantarkan ayah dua anak ini masuk penjara karena terjerat judi sutil. Hendra tertangkap karena ketahuan ikut judi bersama sejumlah warga lainnya.

Saat mengikuti rilis perjudian yang digelar Unit Jatanras, Satreskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (22/9/2020), Hendra mengaku menyesal. Karena kedua anaknya dan istri sekarang semakin kesulitan perekonomian lantaran  masuk penjara.

“Saya baru dua pekan ikut judi sutil. Ikut judi karena usaha jualan saya sepi selama pandemi ini. Ya menyesal ikut judi malah masuk penjara,” ucapnya kepada¬†beritajatim.com, Selasa (22/9/2020).

20 tersangka judi online yang diamankan Jatanras saat mengikuti gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (22/9/2020).(Ade Mas Satrio Gunawan)

Sementara itu Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Wahyudin Latief menjelaskan, 20 pelaku atau tersangka perjudian ini rata-rata adalah pemasang. Selain judi sutil ada juga pelaku perjudian online. Bahkan ada pengepul bandar yang pendapatannya perbulan mencapai Rp 80 juta.

“Hampir semua pemasang dan pendapatannya juga banyak yakni Rp 80 juta per bulan. Kita masih selidiki untuk perkembangan judi online di Surabaya ini,” katanya.

Dari 20 tersangka yang diamankan petugas, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 3 laptop, 20 lebih ponsel pintar, uang Rp 4 juta, rekapan pemasang togel, buku tabungan berbagai rekening dan kartu ATM.

Dari data yang diperoleh petugas, para pelaku ini mengumpulkan data pemasang melalui situs perjudian. Sementara guna mempertanggungjawabkan perbuatan pelaku, petugas menjerat UU perjudian pasal 330 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara atau denda maksimal Rp 10 juta. (man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar