Hukum & Kriminal

Polrestabes Musnakan 79,5 kg Sabu, Ini Tiga Negara Penyuplai Sabu Terbanyak

Surabaya, (beritajatim.com) – Indonesia menjadi salah satu negara tujuan peredaran narkoba. rendahnya mutu pendidikan dan kemiskinan membuat peredaran sabu seakan memperoleh ‘jalan’.

Menurut analisis Polri, BNN dan Organisasi anti narkoba, tercatat setidaknya ada tiga negara penyuplai sabu terbesar ke Indonesia. ketiga negara tersebut adalah Malaysia, China, dan Iran. Tiga negara ini juga memiliki ciri sabu, bungkus, aroma dan efek pemakaian yang berbeda.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Edizzon Isir menjelaskan, saat ini dilakukan pemusnahan 79,5 kg sabu, 17 ribu pil Happy Five dan 16 ribu ekstasi. Pemusnahan barang bukti obat keras ini merupakan hasil pengungkapan dari Januari 2020 sampai Oktober 2020.

“Kita musnakan obat ini dan kita tak akan pernah berhenti perang melawan peredaran narkiba. Sebab narkoba merusak generasi muda yang menjadi generasi penerus bangsa,” jelasnya saat gelar perkara pemusnahan barang bukti narkiba di Mapolrestabes Surabaya, Senin (26/10/2020).

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian menjelaskan, produk sabu ketiga negara ini juga sudah masuk ke Surabaya. Tak sedikit, bahkan masuknya sabu ke Indonesia sudah berjumlah puluhan hingga ratusan kilo sekali transaksi di kelas bandar level satu dan dua.

Baca Juga:

    “Pernah kita mengamankan ada 100 kg sabu pada awal 2020 lalu. gembong narkoba ini diperkirakan memesan sabu asal Iran sampai 150 kg sekali transaksi. sedangkan dari china juga sempat kita amankan dengan lebih dari 10 kg lebih. Sedangkan sabu dari Malaysia juga sempat terendus dan kita amankan sampai belasan kg lebih,” jelasnya kepada beritajatim.com, Senin (26/10/2020).

    Selain mengedarkan narkoba, para pengedar juga terlibat menjadi pemakai. alasan ekonomi yang awalnya menjadi problem utama pun beralih menjadi ketergantungan narkoba. walhasil, mereka pun memiliki rasa untuk mencari, memakai dan menjual narkoba. Padahal dari ketiga jenis obat keras yang beredar ini, ada satu narkoba jenis sabu asal Iran yang memiliki efek yang berbeda dari sabu asal China dan Malaysia.

    Dari analisis Polri, efek sabu asal Timur Tengah ini juga membuat para pemakai lebih bertindak kasar, emosional dan nekat. Efek ini tergolong sabu yang paling membahayakan dibandingkan dengan sabu asal Asia. Selain  itu, sabu asal Iran ini juga memiliki bau asam yang cukup menyengat. Sementara asal Malaysia dan China tak ada aroma dan warna.

    “Memang ada tiga jeni dan berbeda. Untuk jenis narkoba Malaysia lebih murah harganya seperempat dari produk China dan Iran. Sementara produk China dan Iran harganya setara tapi memiliki efek yang berbeda,” lanjutnya.

    “Untuk tekstur sabu hampir mirip hanya ada sabu yang mudah mencair mirip embun dibungkusnya. Sementara sabu yang beredar di Indonesia ada 3 warna, putih, biru muda dan hijau. ini yang belum kita selidiki lebih lanjut bersama Labfor,” lanjutnya.(man/ted)





    Apa Reaksi Anda?

    Komentar