Hukum & Kriminal

Bongkar Jaringan Narkoba

Polrestabes Bekuk 2 Pelaku, Sita Sabu 161 Gram

Wakakasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Yusuf Wahyudiono, Menunjukan Barang Bukti Narkoba

Surabaya(beritajatim.com) – Satuan Reskrim Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya, berhasil membongkar jaringan narkoba yang kerap menjajakan barang dagangannya di kawasan Surabaya Timur.

Terbongkarnya jaringan itu, polisi menangkap dua pelaku di tempat berbeda. Mereka adalah Ones Saforus (32), warga Teluk Libung, dan Irawan (58), warga Teluk Sampit, Perak Utara, Surabaya.

“Dari penangkapan itu anggota memperoleh barang bukti sedikitnya 161,16 gram narkoba jenis sabu, ganja seberat 0,91 gram serta 25 butir pil ekstasi,” kata Wakasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Yusuf Wahyudiono, Rabu (13/2/2019).

Awal mula penangkapan jaringan budak kristal itu, dimulai dari tersangka Ones Saforus di sebuah Apartemen di Surabaya Timur. “Disana kami sita barang bukti satu poket sabu seberat 0,90 gram. Ketika dikembangkan ke kamar Ones, ditemukan lagi 10 gram sabu dan 19 gram ganja,” lanjut Yusuf.

Dari penangkapan Ones, polisi kembali melakukan pengembangan yang untuk mengetahui siapa pemasok narkoba ke tersangka. Ternyata pemasok barang haram itu adalah Irawan, lalu dengan mengantongi identitas, petugas melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan pelaku di rumahnya.

“Dari penggeledahan di rumah Irawan, petugas menyita beberapa poket besar berisi sabu dengan total berat 148,24 gram dan 22 butir pil ekstasi,” paparnya.

Berdasarkan keterangan kedua tersangka, jaringan narkoba ini diotaki Irawan. Dalam bisnis yang sudah dijalani setahun terakhir, Irawan mengambil narkoba di kawasan Krian serta kawasan Wonokromo dekat Royal Plaza. “Selama itu dia menjual narkoba dengan paket kecil dengan keuntungan sebesar Rp 100 ribu setiap gram” imbuh Yusuf.

Dari pemeriksaan terungkap, dua tersangka yang bekerja serabutan itu mampu meraup keuntungan hingga Rp 15 juta dalam kurun waktu 3 bulan. Sementara itu, untuk modalnya, kedua tersangka mengaku menjalankan sistem utang.” Jadi mereka utang dulu ke bandar besarnya baru mereka mengirimkan uang lewat transfer,” tandas dia.

Dihadapan penyidik, Irawan mengaku meski baru empat bulan berbisnis haram, dia meraup keuntungan hingga Rp 50 juta.” Selama ini pekerjaan saya jual beli motor sepi jadi saya coba dengan bisnis narkoba. Karena tergiur keuntungan,” aku Irawan.

Disinggung terkait jaringan lain dalam lapas, Yusuf meyakini hal tersebut. Namun, pihaknya mengaku masih melakukan pendalaman. “Saya yakin kalau dari lapas, sebab Ones merupakan residivis kasus serupa yang keluar pada 2015. Dia ditahan di Medaeng,” pungkas Yusuf. [gil/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar