Hukum & Kriminal

Polresta Mojokerto Tingkatkan Pengamanan di Sejumlah Obyek Vital

Mojokerto (beritajatim.com) – Di bulan ramadan seperti saat ini, Polresta Mojokerto meningkatan pengamanan di sejumlah obyek vital. Seperti perbankan hingga pertokoan. Ini dilakukan menyusul tingginya angka kriminalitas di wilayah hukum Polresta Mojokerto.

Tujuannya untuk menutup gerak aksi pelaku kejahatan yang kerap terjadi saat bulan ramadan. Apalagi, di tengah pandemi corona (Covid-19) sekarang ini juga berimbas pada sektor perekonomian hingga lapisan bawah. Hal ini yang membuat pelaku beraksi lantaran imbas dari Covid-19.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan sejumlah objek vital yang sudah dipetakan rawan harus dilakukan peningkatan pengamanan.

“Setiap hari penjagaan terus kami lakukan di tempat-tempat yang sesuai pemetaan. Karena itu cukup rawan,” ungkapnya, Senin (4/5/2020).

Menurutnya, pihak kepolisian mempunyai tugas dan fungsi (tupoksi) sebagai pengayom masyarakat. Meski sudah menjadi tupoksi, namun di bulan ramadan lebih ditingkatkan. Hal tersebut seiring meningkatnya kebutuhan masyarkaat jelang lebaran.

“Kami tidak mau, di tengah masyarakat dan pemerintah perang melawan corona, aksi kejahatan malah meningkat, pelaku juga berkeliaran. Jadi ini sebagai antisipasi kami dengan meningkatkan pengamanan. Jangan sampai ada korban, apalagi pendemi Covid-19 berimbas ke semua sektor,” katanya.

Di antaranya, banyaknya buruh yang dirumahkan, rumah makan kehilangan pelanggannya hingga pedagang gulung tikar akibat virus mematikan tersebut. Untuk itu, berbagai upaya harus dengan melakukan patroli secara berkala untuk melakukan pengamanan di pusat-pusat keramaian.

“Semua lokasi rawan. Khususnya perbankan kita stanbykan minimal dua personil. Dua personil itu juga di luar petugas yang sedang melakukan patroli di ATM, toko emas, pegadaian, pusat perbelanjaan dan perkantoran. Memang sesuai SOP begitu. Termasuk penjagaan di lokasi parkir,” katanya.

Pasalnya, lanjut Kapolresta, lokasi-lokasi parkir sepeda motor atau mobil kerap menjadi sasaran pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pecah kaca mobil. Tak terkecuali, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) maupun pasar, juga menjadi atensi.

“Paling tidak saat petugas melakukan patroli secara berkala, bisa mebuat pelaku berfikir dua kali saat akan melakukan aksi jahat,” tegasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar