Hukum & Kriminal

Polresta Mojokerto Terjunkan Personel Tegakkan SE Wali Kota

Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiarto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait imbauan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 saat bulan Ramadan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto akan menerapkan batasan-batasan tertentu kepada warga untuk dipatuhi selama bulan suci Ramadan.

Dalam Surat Edaran Wali Kota nomor 443.33/4026/417.309/2020 menjelaskan terkait beberapa poin. Pertama menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan.

Kedua, melaksanakan physical distancing di beberapa ruas jalan protokol, yang berlaku mulai 25 April sampai 30 Mei 2020 mulai pukul 19.00 WIB – 06.00 WIB.

Beberapa ruas jalan protokol yang akan diterapkan psysical distancing yakni Jalan Majapahit (utara) sampai dengan simpang empat Jalan Bhayangkara, Jalan Benteng Pancasila, Jalan Raya Ijen sebelah timur (simpang empat Jalan Muria Raya), Jalan Mayjen Sungkono sebelah timur (Perbatasan Jatikulon).

Ketiga, mematuhi Maklumat Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan tokoh agama se-Kota Mojokerto. Sedangkan bagi seluruh pedagang kaki lima, toko modern, rumah makan dan sejenisnya, wajib menerapkan protokol kesehatan. Seperti menyediahkan tempat cuci tangan, wajib mengenakan masker dan mengatur jarak antar kursi.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarta mengatakan, tak dipungkiri Surat Edaran Wali Kota Mojokerto terkait imbauan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 saat bulan ramadan nanti akan ada pro kontra dari warga Kota Mojokerto.

“Tujuannya tidak lain, karena Wali Kota Mojokerto ingin mempertahakan zona Kota Mojokerto yang masih kuning menjadi hijau. PDP meninggal dan PDP sembuh. Kami akan menyiapkan personil gabungan TNI/Polri dan Satpol PP untuk melaksanakan penegakan terhadap SE Wali Kota di beberapa tempat kawasan psysical distancing,” ungkapnya, Jumat (24/4/2020).

Masih kata Kapolresta, beberapa ruas jalan protokol yang akan diterapkan psysical distancing tersebut akan dianggap padat. Menurutnya, tentunya Wali Kota bersama timnya sudah mempertimbangkan terkait hal tersebut sehingga pihaknya akan mendukung dengan tujuan agar peta sebaran Covid-19 di Kota Mojokerto tidak terus bertambah.

“Anggota akan melakukan Patroli secara rutin bersama TNI dan Satpol PP untuk melakukan penegakan. Karena saat ini, kejahatan berubah. Kejahatan rumah akan berkurang namun beralih ke kejahatan jalanan. Anggota akan melakukan tindakan tegas terukur jika memang diperlukan dan anggota di lapangan yang tahu kondisi,” katanya.

Terkait penutupan usaha khususnya di Jalan Majapahit (utara) sampai dengan simpang empat Jalan Bhayangkara mulai tanggal 25 Aparil sampai 30 Mei 2020 pukul 19.00 WIB hingga 06.00 WIB, pihaknya akan menempatkan personil untuk melaksanakan imbauan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto.

“Tidak ditutup total tapi ada pengalihan arus atau pembatasan-pembatasan, akan ada spanduk di Jalan masuk. Contoh, boncengan berdua diarahkan ke jalur. Ada orang yang tidak pakai masker diingatkan untuk pakai masker. TNI/Polri diminta untuk mendukung SE Wali Kota ini karena Gugus Tugas ada di pemerintah daerah,” ujarnya.

Kapolresta tidak memungkiri akan ada pro kontra warga di Kota Mojokerto sehingga pihaknya meminta agar ada evaluasi dan memberikan masukan terkait Surat Edaran Wali Kota tersebut. Ini lantaran teknis ada di Pemkot Mojokerto.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar