Hukum & Kriminal

Polresta Mojokerto Siapkan Satuan Pengamanan untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiarto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Akhirnya warga Desa Belukwangun, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto mencabut spanduk penolakan pendirian makam pasien Covid-19. Sementara itu, Polresta Mojokerto bersama Kodim 0815 Mojokerto menyiapkan satuan pengamanan untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19.

“Untuk spanduk sudah dicabut oleh masyarakat setempat secara sukarela kemarin (Senin, red). Lokasi peruntukkan makam di Kecamatan Dawarblandong tersebut masih dalam tahap survei lokasi dan belum ditetapkan secara resmi oleh Pemprov Jawa Timur,” ungkap Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto, Selasa (14/4/2020).

Meski belum ditetapkan secara resmi, Kapolresta berharap masyarakat tidak akan melakukan penolakan. Menurutnya, jika terjadi penolakan maka akan ada konsekuensi hukum karena berpotensi melanggar Pasal 212, Pasal 214 KUHP dan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Penanggulangan Wabah.

“Harapan kita, tidak terjadi penolakan, karena konsekuensi penolakan itu jelas ada konsekuensi hukumannya. Rencana pemakaman pasien Covid-19 di area Perhutani ini sebagai bentuk kemanusiaan dan kepentingan negara sehingga diharapkan agar warga menghormati jenazah dan keputusan negara,” katanya.

Untuk proses pemakaman khusus pasien Covid-19, lanjut Kapolresta, ada pengamanan khusus yang akan dilakukan oleh TNI/Polri. Tidak hanya di wilayah hukum Polresta Mojokerto saja, namun juga di seluruh Indonesia. Polresta Mojokerto bersama Kodim 0815 Mojokerto akan menyiapkan satuan pengamanan untuk pemakaman jenasah pasien Covid-19.

“Proses pemakaman yang dilakukan nantinya juga sesuai dengan protokol kesehatan. Tidak serta merta dimakamkan begitu saja, jenasah harus disterilkan, dibungkus mengenakan plastik dan terkahir menggunakan peti mati. Jadi kami harap semua pihak bisa mengedukasi dan mensosialisasikan ke warga,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (11/4/2020) pekan lalu ada pemasangan spanduk penolakan adanya makam khusus pasien Covid-19 di Lahan Perhutani Petak 81D di Dusun Belukwangun, Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Bahkan, keesokan harinya warga melakukan aksi penolakan.

Meski jauh dari pemukiman warga, namun lokasi yang akan dijadikan makam khusus pasien Covid-19 tersebut dinilai warga dekat dengan area persawahan milik warga. Sehingga warga menolak dengan rencana Pemprov Jawa Timur tersebut. Namun spanduk penolakan yang sudah ada sejak Sabtu pekan lalu dicabut secara sukarela oleh warga. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar