Hukum & Kriminal

Polresta Mojokerto Selidiki Kasus Pelemparan Bom Molotov

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Shodik Efendi. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Satreskrim Polresta Mojokerto melakukan penyelidikan terkait pelemparan bom molotov di rumah salah satu pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto. Selain mengamankan pecahan botol kaca, petugas juga memeriksa rekaman Closed Circuit Television (CCTV).

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Shodik Efendi mengatakan, tidak ada saksi mata yang melihat kejadian pelemparan bom molotov di rumah Sony Prasetya (35) di Lingkungan Balong Krai, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto pada, Rabu (1/7/2020) dini hari.

“Tidak ada yang melihat kejadian (pelemparan bom molotov, red), termasuk korban. Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami siapa pelaku dan motif pelemparan benda yang diduga bom molotov tersebut,” ungkapnya, Jumat (3/7/2020).

 

Sejauh ini, lanjut Kasat, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi juga mengamankan barang bukti di lokasi kejadian saat melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di lokasi, petugas menemukan pecahan botol kaca yang diamankan sebagai barang bukti.

‘Kita juga amankan CCTV milik tetangga korban. Namun saat ini masih ada kendala karena operator masih ada di luar kota. Yang jelas, di lokasi kejadian ada bekas terbakar,” tegasnya.

Sebelumnya, sebuah rumah di Lingkungan Balong Krai, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Rabu (1/7/2020) dilempar bom molotov orang tak dikenal. Rumah tersebut diketahui merupakan rumah salah satu pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto.

Pelemparan bom molotov di rumah Sonny Prasetya salah satu pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto.,

Saat itu, korban yakni Sony Prasetyo Arsono (35) tengah menunggu putranya yang belum pulang di dalam rumah sekira pukul 00.30 WIB. Sekira pukul 00.15 WIB, anak korban pulang dan masuk ke dalam rumah. Namun 15 menit kemudian terdengat suara dari luar rumah.

Saat korban melihat melalui cendela, ada orang yang tidak dikenal berada di depan rumah. Tidak lama, korban melihat ada kobaran api tepat di belakang mobil milik korban Toyota Agya nopol S 1519 SL warna putih. Melihat hal tersebut, korban pun berteriak.

Sejumlah tetangga korban yang mendengar teriakan korban langsung ke rumah korban dan mencoba memadamkan api yang sempat membesar. Api baru bisa berhasil dipadamkan menggunakan air, namun kobaran api semakin membesar. Api baru padam setelah dipadamkan dengan menggunakan keset. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar