Hukum & Kriminal

Polresta Mojokerto Panen Tangkapan Kasus Narkoba

Waka Polresta Mojokerto, Kompol Hanis Subiyono dalam realese kasus narkoba di Aula Prabu Hayam Wuruk Mapolresta Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Satnarkoba dan polsek jajaran Polresta Mojokerto berhasil meringkus 35 tersangka kasus penyalahgunaan narkoba selama bulan Januari 2020. Dari 35 tersangka tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 19,39 gram sabu dan 25.248 butir pil double L.

Dari 35 tersangka tersebut diringkus 26 kasus.hhasil ungkap Satnarkoba sebanyak 16 kasus dengan tersangka 20 orang, sedangkan polsek jajaran berhasil mengungkap 10 kasus dengan 15 tersangka. Dari 37 tersangka yang diamankan tersebut, dua tersangka diantaranya adalah perempuan.

Selain mengamankan barang bukti berupa 19,39 gram sabu dan 25.248 butir pil double L, petugas juga mengamankan Uang tunai sebesar Rp3.315.000, satu unit timbangan electrik, 10 unit alat penghisap sabu dan 26 unit Handphone (HP) berbagai merk.

Waka Polresta Mojokerto, Kompol Hanis Subiyono mengatakan, dari 35 tersangka tersebut berstatus pengedar. “Dengan barang bukti yang cukup banyak, petugas sudah menyelamatkan generasi muda calon korban peredaran obat keras berbahaya dan narkotika,” ungkapnya, Jumat (14/2/2020).

Rata-rata para tersangka dalam mengedarkan narkotika tersebut, lanjut Waka, mengemas dengan istilah paket hemat. Untuk harga per paket klip sabu berat 0,25 gram antara Rp500 ribu sampai Rp750 ribu. Sedangkan pil doubel L dijual Rp25 ribu untuk 10 butir dan dijual ke jaringan masing-masing yang sudah terkoordinir.

“Dari sabu seberat 19,39 gram, jika di kurs kan dengan rupiah setara dengan Rp29,39 juta. Karena per gramnya rata-rata seharga Rp1,5 ribu, sedangkan pil doubel L sebanyak 25.248 butir setara dengan Rp63 juta. Kepada masyarakat jika mengetahui transaksi narkoba bisa 110 Command center Polresta Mojokerto. Kami jamin kerahasiaan identitas pelapor,” katanya.

Untuk tersangka sabu dijerat Pasal 114 sub Pasal 112 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 4 tahun penjara. Sementara untuk tersangka doubel L dijerat Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 milyar.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar