Hukum & Kriminal

Beraksi di 11 TKP

Polresta Mojokerto Amankan 3 Pelaku Curanmor, Dua Diantaranya Terpaksa Ditembak

Ketiga pelaku saat digelandang petugas ke sel tahanan Mapolresta Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curnamor) spesialis rumah kos diamankan anggota Unit Resmob Satreskrim Polresta Mojokerto karena melawan saat hendak diamankan. Dua diantaranya dilumpuhkan timah panas petugas, sementara satu pelaku masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ketiga pelaku yakni, Rendi Putra Darmawan (26) dan Adi Ardiansyah (31) warga Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya serta Angga Pribadi (23) warga Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Para pelaku beraksi di 11 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah hukum Polresta Mojokerto dalam kurun waktu dua bulan.

Yakni di wilayah Satreskrim Polresta Mojokerto sebanyak tiga Laporan Polisi (LP), Polsek Prajurit Kulon sebanyak dua LP, Polsek Magersari sebanyak dua LP, Polsek Gedeg sebangak satu LP, Polsek Kemlagi sebanyak dua LP dan Polsek Dawarblandong sebanyak satu LP.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, keempat pelaku beraksi di 11 TKP di wilayah hukum Polresta Mojokerto dan beberapa TKP di luar wilayah hukum Polresta Mojokerto. “Masih kita kembangkan. Modus yang mereka dengan menyasar kos-kosan, rumah, parkir kendaraan,” ungkapnya, Senin (7/2/2022).

Masih kata Kapolresta, sebelum beraksi para pelaku memastikan sasaran lokasi aman untuk melakukan aksinya. Dengan menggunakan gunting hidrolit untuk membuka gembok pagar, lanjut Kapolresta, tak jarang pelaku juga melakukan intimidasi dengan membawa senjata api (senpi) yang merupakan korek api.

“Pistol ditenteng-tenteng untuk menakut-nakuti. Ketiganya diamankan pada 3 Februari 2022, saat berend melakukan aksinya. Saudara FA (31), AP (21) yang dilakukan penangkapan terjadi perlawanan dan mereka melarikan diri. Juga ada 1 DPO yang masih kita cari, yakni saudara A,” katanya.

Kapolres menghimbau agar pelaku A untuk segera menyerahkan diri ke Mapolresta Mojokerto. Kapolresta menambabkan, para pelaku merupakan komplotan profesional yakni dengan cara berpura-pura membawa tas pancing yang digunakan untuk membawa alat-alat untuk melakukan aksinya.

“Para pelaku membawa tas, barang-barang dimasukan ke dalam tas sehingga seolah-olah mau mancing. Masih ada 1 pelaku masih DPO, kami himbau untuk segera menyerahkan diri. Ketiga pelaku dijerat Pasal 363 ayat (2) KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara,” tegasnya.

Salah satu pelaku, Rendi Putra Darmawan (26) mengaku, jika motor hasil curian tersebut dijual dan hasilnya pembagian dari penjualan motor curian tersebutdigunakan untuk membayar hutang. “Untuk bayar hutang,” tutur pelaku warga Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya ini.

Sementara, dalam kesempatan tersebut tiga korban didatangkan ke lokasi rilis. Para korban mengucapkan terima kasih kepada Polresta Mojokerto dengan terungkapnya kasus pencurian kendaraan bermotor tersebut. “Terima kasih untuk semuanya, semoga kedepan tidak ada lagi kejadian yang serupa,” ucap korban Efendi. [tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar