Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Polresta Mojokerto Amankan 101 Kendaraan dan 13 Anak di Bawah Umur Saat Operasi Balap Liar

Mojokerto (Beritajatim.com) – Sebanyak 100 kendaraan roda dua dan satu kendaraan roda empat berhasil diamankan Satlantas Polresta Mojokerto dalam Operasi Patuh Semeru 2021 selama satu pekan. Dari 101 kendaraan tersebut, 21 kendaraan roda dua diamankan saat Operasi Balap Liar, Senin (27/9/2021) kemarin.

Dari Operasi Balap Liar, petugas mengamankan 28 orang pemuda, 13 diantaranya masih di bawah umur. Dari ratusan kendaraan tersebut, pelanggaran knalpot brong mendominasi pelanggaran. Yakni sebanyak 30 kasus, fatalitas kecelakaan 25 kasus, ban dan velg kecil 25 kasus dan pelanggaran balap liar 21 kasus.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, ratusan kendaraan tersebut berhasil terjaring setelah petugas melakukan patroli Cyber dan laporan masyarakat. “Ada komunitas namanya Herex Comunity. Banyak modifikasi kendaraan dengan berbagai kendaraan dan kegiatan balapan liar yang dilakukan,” ungkapnya, Selasa (28/9/2021).

Padahal pemerintah masih melakukan pembatasan-pembatasan masyarakat saat pandemi Covid-19. Dari hasil penanganan yang dilakukan oleh komunitas tersebut muncul pelanggaran terkait masalah batu mutu kendaraan, standar nasional dalam Undang-undang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan.

“Ini bisa kita buktikan dan perbuatan melawan hukumnya ada sanksi pidananya, termasuk juga ada sanksi denda. Dari hasil yang kita gelar, 13 pemuda yang diamankan merupakan anak dibawah umur. Jadi belum kategori dewasa, ini menjadi PR kita bersama. Yang menjadi point pentingnya adalah bagaimana kita mencarikan solusi,” katanya.

Masih kata Kapolresta, yakni mencari solusi dari permasalahan hukum yang terjadi tapi edukasi juga bisa diberikan kepada 13 anak dibawah umur tersebut. Dengan harapan, ke depan bisa kembali ke arah yang lebih baik dan menjadi generasi penerus bagi bangsa dan negara.

“Total ada 101 kendaraan yang kita sita, dengan pelanggaran STNK 25 unit, knalpot brong 30 unit, vleg rising 25 unit, modifikasi yang memiliki kerawanan terjadinya laka lantas 25 unit, hasil operasi balap liar 21 unit. Dari 101 kendaraan, 100 kendaraan roda dua dan 1 kendaraan roda empat,” ujarnya.

Dengan jumlah personil yang terbatas dan masih dalam penanganan Covid-19, lanjut Kapolresta, Operasi Patuh Semeru 2021 juga tidak kalah penting. Kapolresta menjelaskan, Jawa Timur dalam satu tahun angka kematian akibat kecelakaan lalu-lintas hampir mendekati 1 juta. Sementara angka kematian akibat Covid-19 turun jauh.

“Laka lantas nya, tingkat fatalitas masih tetap tinggi. Ini menjadi PR kita bersama, saya berharap seluruh masyarakat untuk terlibat aktif. Bagaimana untuk mencegah terjadi potensi terjadinya kecelakaan lalu-lintas yang akan menyebabkan fatalitas terhadap anggota keluarga,” urainya.

Pihaknya akan menerapkan aturan sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Lalu-lintas dan Angkutan Jalan yakni Pasal 285 ayat (1) jo Pasal 106 ayat (3) dan Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3). Pasal 288 ayat (1) jo Pasal 106 ayat (5) huruf A, Pasal 297 jo Pasal 115 huruf B. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.56/MENLHK/SETJEN/HUM.1/10/2019.

“Keluar dari sini harus standar, selama belum standar tidak bisa keluar dari sini dan proses hukumnya tetap berjalan sampai di pengadilan. Mengeluarkan limbah B3 dalam bentuk asap, itu juga ada standarnya. Kita akan gandeng dari dinas terkait yang memiliki mesin untuk mengukur,” tuturnya.

Kapolresta menambahkan, banyaknya anak dibawah umur yang terlibat dalam balap liar bukan pilihan tapi ada faktor-faktor yang belum komplit untuk mendapatkan haknya. Misal perhatian dari keluarga, pendidikan pemerintah karena sistem pendidikan masih dalam proses perbaikan dalam masa pandemi Covid-19.

“Tidak ada yang siap dengan pandemi Coving-19. Kejenuhan mereka ini, mungkin dilampiaskan dengan hal-hal yang sifatnya menyimpang dan ini tanggung jawab kita bersama, bukan untuk dihukum tapi dibina. Kalau anak-anak itu begitu, saya berharap peran aktif para orang tua. Sengaja kami undang bapak ibu orang tua pelanggar agar bisa membimbing anak-anaknya dan memperhatikan anaknya,” tegasnya. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar