Hukum & Kriminal

Polresta Malang Lumpuhkan Pelaku Curanmor dengan Tembakan

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menunjukan celurit milik pelaku ranmor yang melukai polisi.

Malang(beritajatim.com) – Polresta Malang Kota melumpuhkan dua pelaku curanmor yakni S dan W. Keduanya warga Pasuruan, di Jalan Danau Kerinci, Sawojajar Kota Malang, Kamis, 25 Februari 2021. Penangkapan ini pun viral di media sosial karena beredar rekaman amatir oleh warga saat penyergapan.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, kabar yang beredar soal penangkapan pelaku ranmor oleh warga tidak benar. Penangkapan itu dilakukan oleh anggota polisi yang sudah lama mengintai pelaku. Sebab, laporan terakhir berdasarkan bukti kamera CCTV dua pelaku ini mencuri motor di sebuah kafe di Kota Malang pada Selasa, (23/2/2021).

“Setelah mengenali ciri pelaku, di Jalan Danau Kerinci Sawojajar, ditemukan dua pelaku ini. Kemudian viral di media sosial. Saya luruskan yang menangkap adalah polisi bukan masyarakat,” kata Leonardus, Kamis, (25/2/2021).

Leonardus menuturkan, penangkapan berjalan dramatis karena pelaku melawan petugas dengan celurit. Pelaku menyabetkan celurit dan mengenai kaki anggota Polresta Malang Kota. Polisi pun melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki dua pelaku ini.

“Senjata tajam ini digunakan oleh pelaku dan melukai petugas pakai celurit. Petugas terluka untuk itu kita lakukan tindakan tegas terukur dua kali tembakan,” ujar Leonardus.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti celurit, kunci T, kunci plus, dan dua kendaraan. Satu motor milik korban dan satu motor milik pelaku. Mereka terancam 9 tahun kurungan penjara karena dijerat pasal 363 KUHP ayat 3, 4 dan 5.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo mengatakan, berutung anggota yang tersabet celurit tidak mengalami luka parah. Anggota hanya mengalami luka di kaki, sebab celurit saat itu belum terlepas dari sarung.

“Mereka ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak dua minggu lalu. Untuk anggota, mungkin kalau sudah lepas dari sarung celurit tidak bisa dibayangkan, kaki anggota bisa putus,” tandas Tinton. (luc/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar