Hukum & Kriminal

Polresta Malang Kota Tangkap Sindikat Narkoba di Tengah Pandemi Corona

Polresta Malang Kota menangkap RD seorang pengedar narkoba.

Malang (beritajatim.com) – Satreskoba Polresta Malang Kota menangkap seorang kurir atau pengedar narkoba berinisial RD. Dia ditangkap di Jalan Ahmad Yani, Kota Malang karena kedapatan mengedar narkoba jenis sabu dan inex, pada Senin, (6/4/2020) lalu sekira pukul 21.00 WIB.

“Setelah itu kita geledah di rumah pelaku. Kami menemukan barang bukti berupa sabu dan inex siap edar. Kita temukan 5 bungkus plastik klip sedang berisi sabu dan 6 bungkus plastik klip kecil berisi sabu dengan berat 4,26 ons dan Inex sebanyak 20 butir seberat 11,24 gram,” ujar Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata, Senin (13/4/2020).

RD tergolong nekat menjual narkoba di tengah pandemi virus corona. Dia mengaku sudah enam kali mengedarkan sabu dan inex di wilayah Malang. Narkoba itu dia jual dengan sistem ranjau sejak Januari hingga tertangkap pada April 2020. Barang-barang ini dia dapat dari seorang DPO berinisial JN.

“JN kini kita tetapkapkan sebagai DPO. Barang ini didapat dari JN dengan sistem ranjau di tempat sampah sekitaran Jalan Karanglo, Singosari. Narkoba itu akan dikirim lagi dengan sistem ranjau juga apabila ada pesanan dari pelanggan JN,” papar Leoanrdus.

Sementara RD mengaku tergiur menjual narkoba karena upah yang didapat cukup besar. Dari 5 ons sabu dia mendapat uang sebesar Rp25 juta atau per 1 ons mendapat imbalan Rp5 juta. Awalnya dia terjerat utang dari JN. Cara membayarnya dengan menjualkan narkoba. Hingga akhirnya RD harus dijebloskan ke penjara akibat perbuatanya.

“Satu ons sabu dapat Rp5 juta, kalau 5 ons sabu ya dapat Rp25 juta. Awalnya saya punya utang jadi saya jadi kurir ini untuk bayar utang,” tandas RD.

Akibat perbuatanya dia dijerat dengan pasal Pasal 112 ayat (2) UU. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.  [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar