Hukum & Kriminal

Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Bernilai Miliaran 

Banyuwangi (beritajatim.com) – Lima orang tersangka ditangkap oleh Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banyuwangi karena terbukti menyelundupkan ribuan benur atau bayi lobster.

Mereka adalah SLK (47) Kecamatan Pesanggaran, SGT (38) warga Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Kemudian MS (29) warga Lampung Timur, serta ENF (35) dan AW (35) keduanya warga Batang Jawa Tengah.

“Dua diantara tersangka itu adalah sepasang suami istri yang menjadi pemeran utama, dua lainnya adalah kurir dan satunya merupakan pembeli,” ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Senin (16/12/2019).

Polresta Banyuwangi juga menyita 4 box styrofoam, 22 kantong plastik berisi benih lobster, 1 set alat pengisian oksigen dan sejumlah barang bukti lainnya.

“Dalam satu kantong plastik tersebut, berisi kurang lebih sebanyak 320 ekor lobster anakan. Totalnya sebanyak 7.040 ekor benur,” ungkapnya.

Kapolresta menyebut ribuan benur tersebut dikirim menggunakan truk dari Nusa Tenggara Barat. Kemudian, baby lobster dikemas dan dikirim ke sejumlah negara.

“Kemudian setelah sampai di Banyuwangi tersangka memindahkan ke mobil Brio. Penyelundupan bayi lobster ini bermula dari laporan masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya pada tanggal 12 Desember 2019 polisi berhasil mengungkap dan menangkap pelaku beserta barang bukti. Mereka ditangkap di wilayah Kecamatan Wongsorejo,” katanya.

Kelima tersangka akan dikenakan pasal 92 dan/atau pasal 88 UU No.45 tahun 2009 tentang Perikanan Jo pasal 2 dan pasal 7 Permen KP RI No.56/ Permen-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan/atau pengeluaran lobster (panulirus spp), Kepiting (seyla spp), dan rajungan (portonus pelagicus spp) dari wilayah NKRI.

“Mereka terancam hukuman penjara maksimal 8 tahun dan denda sebesar 1,5 miliar. Karena ulahnya, negara harus mengalami kerugian miliaran rupiah,” imbuh Kapolresta.

Sementara itu, Budhi Prihanta, Staf Teknis Kantor Karantina Ikan Wilayah Kerja Banyuwangi mengapresiasi aparat kepolisian yang berhasil mengungkap kasus penyelundupan benur tersebut.

“Rencananya, ribuan benur ini akan dilepasliarkan kembali di perairan pantai Bangsring,” pungkasnya. (rin/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar