Hukum & Kriminal

Polresta Banyuwangi Amankan 6 Pelaku Ilegal Logging

Banyuwangi (beritajatim.com) – Sebanyak enam pelaku pencuri kayu jati atau ilegal logging di sejumlah wilayah di Banyuwangi ditangkap polisi setempat. Mereka melakukan pencurian di empat kawasan hutan milik Perum Perhutani di Banyuwangi Selatan.

Pertama, di kawasan hutan milik perhutani petak 726 RPH karetan BKPH Karetan masuk Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo. Kemudian, di kawasan hutan milik perhutani petak 54 B RPH Senepo utara BKPH Pesanggaran masuk Dusun Senepo, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung Kabupaten Banyuwangi.

Selanjutnya, di kawasan hutan milik perhutani petak 16 B RPH Pecemengan BKPH Pedotan masuk Dusun Pecemengan, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung. Kemudian di Jalan Umum masuk Dusun Krajan, Desa/ Kecamatan Pesanggaran.

Dari sejumlah pelaku ini, polisi bersama petugas Perhutani berhasil mengamankan sekitar 43 batang kayu jati berbagai ukuran. Ada juga barang bukti lain yaitu ada 2 truk, 1 unit gerandong, 1 chain shaw dan 1 buah kapak.

“Saat ini kita mengamankan enam orang dan sejumlah barang bukti. Masih ada sembilan orang lagi yang kini menjadi DPO dan kita kantongi identitasnya,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, Senin (6/1/2020).

Meski demikian, Polresta Banyuwangi masih melakukan pengembangan kasus ini. Hal ini untuk mencari bukti baru adanya penadah atau pelaku lainnya. “Sementara ini dijual sendiri, jadi belum kita ketahui adanya penadah atau pembeli lain dari luar daerah,” ungkapnya.

Salah satu pelaku mengaku mencuri kayu tersebut untuk kepentingan pribadi. Polanya, ada yang melakukan eksekusi di hutan ada juga yang membawa kayu ke luar.

“Ini saya jual perbatang Rp 400 ribu, ukuran 4 meter. Ini saya akui, saya yang salah,” terang Imam Purwadi salah seorang pelaku asal Kecamatan Purwoharjo.

Uniknya, saat alat angkut berupa kendaraan modifikasi menggunakan mesin diesel atau yang disebut gerandong, dibawa ke Polresta Banyuwangi, Imam Purwadi sendiri yang mengantarkannya. Karena, beberapa orang atau petugas kesulitan untuk mengoperasikan.

Atas perbuatannya, mereka diduga bersalah karena mengangkut, menguasai dan atau memilki kayu jati yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan syahnya hasil hutan. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 83 ayat 1 huruf b Jo pasal 12 huruf e Undang Undang Nomor 18 tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. (rin/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar