Hukum & Kriminal

Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Pejabat Disparbudpora

Polres Sumenep Periksa Saksi dan Panggil Terlapor

Foto ilustrasi

Sumenep (beritajatim.com) – Polres Sumenep melayangkan surat panggilan kepada SB (inisial), terlapor dugaan kasus penganiayaan AL, warga Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep.

“Kami sudah melayangkan surat panggilan. SB akan kami periksa sebagai terlapor atas laporan AL yakni kasus dugaan penganiayaan,” kata Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Dhani Rahadian Basuki, Senin (18/1/2021).

Secara resmi, AL telah melaporkan kejadian itu ke Polres Sumenep, sesuai tanda bukti laporan polisi nomor TBL-B /11/Res. 1.6/2021/ Reskrim/SPKT Polres Sumenep tertanggal 13 Januari 2021.

Terlapor berinisial SB merupakan salah satu kepala bidang (Kabid) di Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) Sumenep.

Versi AL, dirinya dianiaya SB saat membeli air minum di sebuah toko di lokasi tersebut. Saat itu, dari arah belakang tiba-tiba muncul mobil di sebelah kanan yang mepet dengan sepeda motornya. Bahkan saat membuka pintu mobil, dirinya hampir jatuh.

Dalam laporan itu, AL menyebutkan bahwa ternyata SB yang turun dari mobil. Kemudian SB menghampiri dan tangan kanannya memegang cutter kemudian menyayatkan ke tangan AL.

“Kami masih melakukan penyelidikan intensif untuk kasus itu. Kami juga meminta keterangan saksi-saksi. Sudah ada beberapa orang saksi yang panggil,” ujar Dhani.

Terlapor SB ketika dikonfirmasi terpisah, membantah tuduhan bahwa ia telah menganiaya AL dengan silet (cutter). Menurutnya, yang terjadi saat itu ada sepeda motor yang nyerempet mobilnya. Karena itu ia berhenti dan turun dari mobil, bermaksud memberi pelajaran pada pengendara sepeda motor itu.

“Pengendara sepeda motor itu main HP sehingga nyerempet mobil saya. Jadi saya ingin memberinya pelajaran dengan tangan. Bukan menganiaya apalagi membacok seperti kabar yang dihembuskan sekarang,” ujarnya.

SB mempersilahkan AL yang melaporkan kasus ini ke kepolisian. Yang jelas, dirinya mengaku ada banyak saksi saat kejadian, karena di mobil dia tidak sendirian. “Silakan kalau memang saya dilaporkan. Tinggal dibuktikan saja. Toh ada banyak saksi saat kejadian. Yang jelas, saya tidak melakukan pembacokan,” tukasnya. [tem/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar