Hukum & Kriminal

Polres Sampang Ciduk Dua Oknum LSM Terduga Pelaku Pemerasan

Foto/ ilustrasi

Sampang (beritajatim.com) – Polres Sampang mengklarifikasi jika penangkapan terhadap dua oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berinisial R dan A di warung kopi jalan Makboel, Kelurahan Polagan, Sabtu (19/2/2021) lalu, adalah kasus melawan hukum yakni pemerasan, dan bukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Sebab, sebelum petugas menciduk dua orang oknum LSM tersebut, polisi menerima laporan dari Asbi (38), warga Desa Gulbung, Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang. Dalam laporannya, korban mengaku telah didatangi sejumlah oknum LSM dengan ancaman yang berujung pada pemerasan sejumlah uang sebesar Rp 100 Juta. Namun, uang senilai itu ditawar korban hingga sepakat pada angka Rp 40 juta.

“Ini bukan OTT, tetapi kasus pemerasan. Korbannya sendiri yang melaporkan kepada kami,” terang AKP Riki Donaire, Kasat Reskrim Polres Sampang, Selasa (23/2/2021).

Riki menjelaskan, kasus dugaan pemerasan ini berawal dari para tersangka mendatangi lokasi pekerjaan Pokmas dengan anggaran Rp 300 Juta. Tersangka menghubungi korban menanyakan, siapa ketua kelompoknya. Namun, korban mengatakan agar tidak usah mencari siapa ketua kelompok, cukup dengan menghubungi korban. “Tersangka mengancam akan melaporkan proyek tersebut jika tidak memenuhi permintaan oknum LSM dengan meminta uang Rp 100 juta,” imbuh

Karena korban tidak memiliki uang sebanyak itu, maka tawar menawar terjadi, hingga deal Rp 40 Juta, lalu korban memberikan uang tunai Rp 19.400,000 sebagai uang muka dan sisanya akan dibayar keesokan harinya. “Akibat perbuatanya, dua orang oknum LSM tersebut dijerat dengan Pasal 368 Ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tandasnya.[sar/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar