Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Dua Pekan Gelar Ops Semeru 2022

Polres Probolinggo Catat 514 Pelanggar Terekam ETLE Mobile

Probolinggo (beritajatim.com) – Polres Probolinggo mencatat ada 514 pelanggar lalu lintas yang terekam ETLE Mobile atau kendaraan integrated node capture attitude record (INCAR). Pelanggaran tercatat selama 14 hari terhitung mulai 13 sampai 26 Juni 2022 digelarnya Operasi Patuh Semeru 2022.

Diketahui, dalam pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2022 terdapat tujuh prioritas pelanggaran, di antaranya bermain handphone saat berkendara, melebihi kecepatan maksimal, tidak menggunakan sabuk pengamanan, pengendara di bawah umur, melawan arus lalu lintas, tidak gunakan helm dan over kapasitas.

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengungkapkan, berdasarkan anev Ops Patuh Semeru tahun 2022, di Kabupaten Probolinggo terdapat 514 pelanggar lalu lintas yang terekam ETLE Mobile atau kendaraan integrated node capture attitude record (INCAR).

“Pelanggaran lalu lintas berpotensi laka lantas di Kabupaten Probolinggo didominasi pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI,” kata Kapolres Probolinggo, Senin (27/6/2022).

Selain melakukan penindakan ETLE, pihaknya juga melakukan teguran lisan sebanyak 407 pelanggar, yang mengalami kenaikan sebanyak 267 teguran atau 190,71% bila dibandingkan tahun 2021.

Sementara itu, jumlah Laka Lantas mengalami penurunan dari tahun 2021 sebanyak 26 kasus menjadi 16 kasus pada 2022, sedangkan jumlah korban meninggal dunia turun dari empat orang menjadi tidak ada. Jumlah korban luka ringan juga mengalami penurunan dari 33 orang menjadi 18 orang. Untuk kerugian materil juga mengalami penurunan dari Rp 15.600 ribu menjadi Rp 3.250 ribu.

“Dalam kasus kecelakaan ini terbanyak didominasi sepeda motor. Selain itu, masih ada korban yakni anak dibawah umur berjumlah tiga anak. Ini menjadi perhatian bersama khususnya orang tua agar tidak mengizinkan anaknya mengendarai kendaraan bila belum cukup umur dan juga belum memiliki SIM,” ucap Arsya.

Arsya juga menjelaskan bahwa, ETLE ini bertujuan meningkatkan rasa disiplin tertib berlalu lintas di masyarakat dan meminimalisir adanya interaksi petugas dengan pelanggar saat melakukan penindakan pelanggaran lalu lintas.

Selain itu sistem kamera ETLE juga bisa mendeteksi setiap pelat nomor kendaraan dan mengirimkan data ke petugas.

“Kami imbau kepada para pengendara motor agar selalu disiplin berlalu lintas, menggunakan helm, dan tidak menerobos lampu merah, sedangkan pada pengemudi mobil gunakan seat belt dengan baik dan mengemudi tidak dalam keadaan mabuk atau menggunakan handphone agar tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain hingga menyebabkan terjadinya laka lantas,” pungkas Kapolres Probolinggo. [tr/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar