Hukum & Kriminal

Polres Ponorogo Tangkap 9 Pelaku Narkoba

Para pelaku yang ditangkap dalam operasi tumpas narkoba yang dilakukan Polres Ponorogo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Ponorogo berhasil mengamankan barang bukti pil koplo sebanyak 3.000 butir dan narkoba jenis sabu-sabu seberat 12 gram. Barang haram itu diperoleh saat operasi tumpas narkoba yang dilakukan oleh Polres Ponorogo dari tanggal 23 Agustus hingga 4 September 2020.

Kapolres Ponorogo AKBP. Muchammad Nur Azis mengungkapakan selain mengamankan barang bukti kejahatan narkoba, petugas kepolisian juga berhasil menangkap 9 pelaku pemilik barang haram tersebut. Jumlah tersebut, satu diantaranya berasal dari Madiun. Sedangkan sisanya merupakan warga Ponorogo.

“Jadi ada 5 pelaku yang tersangkut dengan kepemilikan pil koplo. Sedangkan 4 pelaku lainnya ditangkap karena kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu,” kata Azis dalam press release, Kamis (10/9/2020) siang.

Dari pengakuan para pelaku ini, ada yang mengaku memakai saja, ada yang menjual dan mengedarkannya. Bagi yang pengedar dan penjual, penjualannya menyasar kepada masyarakat umum dan mahasiswa. Kebanyakan, para pelaku mendapatkan barang haram tersebut dari luar daerah, yakni dari Surabaya dan Jakarta.

“Satu orang pelaku merupakan pemain lama atau residivis kasus yang sama, sementara lainnya masih orang baru,” katanya.

Azis menyebut barang bukti yang berhasil di sita ini, jika diuangkan senilai Rp 50 juta. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 196 Undang-Undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Selain itu juga dijerat dengan pasal 144 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba.

“5 pelaku dengan barang bukti pil koplo ini dijerat Undang-Undang tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun. Sedangkan 4 pelaku dengan barang bukti sabu-sabu dijerat Undang-Undang tentang Narkoba dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkas Azis. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar