Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Polres Ponorogo Tangkap 2 Pelaku Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi

Kedua pelaku saat menunjukkan pupuk bersubsidi yang disalahgunakan kepada Kapolres Ponorogo AKBP Catur C Wibowo. (Foto/Endra Dwiono)

Kedua pelaku saat menunjukkan pupuk bersubsidi yang disalahgunakan kepada Kapolres Ponorogo AKBP Catur C Wibowo. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo mengamankan dua pelaku penyalahgunaan pupuk bersubsidi di wilayah bumi reyog. Pelaku dengan inisial BS (28) dan B (58), keduanya merupakan warga Desa Sidoarjo Kecamatan Pulung Ponorogo. Selain kedua pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti sebanyak 11,45 ton pupuk bersubsidi dari berbagai jenis.

“Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan dari masyarakat. Bahwa di daerah Pulung ada orang yang memperjualbelikan pupuk bersubsidi tanpa izin dari pihak yang lebih berwenang,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo, Kamis (27/1/2022).

Kedua pelaku diamankan saat melakukan pengangkutan pupuk bersubsidi yang sebelumnya dibeli dari seseorang yang berasal dari Madura. Kemudian petugas juga melakukan pengembangan memeriksa di rumah pelaku. Alangkah kagetnya, petugas kepolisian mendapati rumah pelaku jadi gudang penimbunan pupuk tersebut. Di gudang itu ada ratusan sak pupuk bersubsidi berbagai merek. Yakni ada 196 sak pupuk jenis Phonska dengan berat 50 kilogram/saknya atau 9,5 ton. Kemudian ada 29 sak atau 1,45 ton dan 5 sak pupuk Urea atau 2,5 kwintal. “Jadi rumah pelaku dijadikan gudang untuk menyimpan ratusan sak pupuk bersubsidi berbagai jenis,” katanya.

Pupuk-pupuk tersebut, oleh kedua pelaku dijual ecer kepada para petani di sekitar wilayah Pulung. Harga jual per saknya pun bervariasi, kisaran harga dari Rp 145 ribu hingga Rp 180 ribu per saknya. Kegiatan kedua pelaku ini jelas dilarang oleh undang-undang. Sebab yang boleh menjual pupuk bersubsidi hanya produsen, distributor, dan pengecer resmi untuk di saluran ke kelompok tani.

Para pelaku dijerat dengan pasal pasal 21 Jo pasal 30 (3) Permendag RI Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsisi untuk sektor pertanian Jo pasal 24 (1) Jo pasal 29 (1) Jo pasal 106 Jo pasal 107 UU nomor 7 th 2014 tentang perdagangan. Jo pasal 1 Sub 3e Jo pasal 6 (1) huruf b UU Drd nomor 7 95 tentang tindak pidana ekonomi Jo pasal 480 KUHP. Dengan ancaman pidana 2 tahun penjara.

“Ini jelas salah, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku diancam hukuman 2 tahun penjara,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar