Hukum & Kriminal

Polres Ponorogo Buru Penyebar Hoax Pasien Corona Meninggal

Ponorogo (beritajatim.com) – Polres Ponorogo kini sedang melakukan penyelidikan tentang kabar hoax yang menyebutkan bahwa salah satu pasien positif corona di Ponorogo meninggal. Kabar hoax lewat pesan berantai itu beredar melalui whatsapp sejak Senin (6/4/2020) lalu.

“Kami akan bekerja keras untuk mengungkap kasus berita hoax ini, supaya tidak terus menyebar berita bohong tersebut,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Arief Fitrianto, Rabu (8/4/2020).

Kabar tidak benar tentang pasien positif corona yang meninggal tersebut, kata Arief cukup meresahkan masyarakat Ponorogo akhir-akhir ini. Dengan terungkapnya dalang dari kabar tersebut, diharapkan bisa meredam keresahan tersebut.

Selain itu Arief menghimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan smartphone maupun media sosial. Jangan asal share-share kabar atau berita yang belum tentu kebenarannya. “Masyarakat harus bisa memfilter mana berita yang benar maupun bohong. Dengan jangan mudah membagikannya,” katanya.

Sebab, bagi penyebar berita bohong bisa dipidanakan. Dengan dijerat UU No 19 tahun 2016 atas perubahan 11 tahun 2018 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) pasal 45. Dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun penjara atau denda sebesar Rp 1 miliar.

Arief menambahakan jika orang yang positif corona itu bukanlah suatu aib. Maka dari itu dirinya mengajak masyarakat untuk memotivasi pasien yang bersangkutan untuk bisa segera sembuh. Selain itu masyarakat juga jangan mengucilkan terhadap pasien yang berstatus PDP maupun yang sudah positif Covid-19. Cukup lakukan pembatasan sementara dengan social distancing. Juga hindari kerumunan orang dan lakukan perilaku hidup sehat dengan sering cuci tangan pakai sabun.

“Masyarakat untuk sementara tetap di rumah, dan patuhi anjuran dari Pemerintah untuk menghindari penyebaran Covid-19 ini,” pungkasnya.(end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar